• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

DAERAH

De Suikerfabriek Tjokro Toeloong Heritage Destinasi Wisata Baru di Klaten

17 January
09:33 2020
1 Votes (4)

KBRN, Klaten: Masyarakat Dukuh Cokro Kembang, Desa Daleman  Kecamatan Tulung Kabupaten Klaten beberapa hari terakhir disibukan  dengan penggalian sebuah terowongan (Mirip Goa Jepang). Konon terowongan dibuat  pada masa masa penjajahan Belanda.

Terowongan yang diperkirakan  mempunyai panjang 500 meter , berada di kedalaman enam meter  tersebut dibuat pada abad 18 yakni tahun 1.840. 

"Keberdadan terowongan ini dipekirakan dulunya sebagai tempat untuk pembuangan limbah tebu menuju Sungai Pusur," ungkap salah seorang tokoh masyarakat Danang Heri Subiantoro kepada wartawan Kamis (16/1/2020).

Diceritakan Danang, di wilayah Kampung Cokro Kembang, dulunya merupakan pabrik gula. Sehingga untuk  membuang limbah melaui terowongan yang  cukup  besar.

"Keberadaan terowongan itu dibagian tengah mempunyai  ketinggian sekitar dua meter dan lebar dua meter. Didalamnyapun tidak hanya satu lubong akan tetapi banyak cabang," jelas dia. 

Masyarakat setempat sudah mengetahui keberadaan terowongan tersebut cukup lama. Namun konidsinya penuh dengan lumpur yang hampir menutupi  lubang terowongan. Anak-anak sering masuk terowongan melalui  bibir Sungai Pusur dengan cara merangkak, karena hampir  tertutup  lumpur. 

"Penggalian sementara  yang dilakukan oleh masyarakat  baru sekitar 90 meter dengan  kedalaman enam meter. Untuk mencari pintu masuk ke  terowongan melalui halaman  rumah saya," tambah Danang. 

Kontruksi bangunan cukup kuat  dan berlapis. Masyarakat  wilayah itu menyebut tempat De Suikerfebriek Toeloong Haritage 
(Bunker PG Tjokro Toeloong Abad 18) dan akan dikembangankan sebagai salah satu destinasi wisata.

"Penggalian terowongan dilakukan  untuk mengetahui fakta yang  sebenarnya untuk pembuangan limbah atau untuk fungsi yang lain. Karena selain banyak cabang juga  terdapat terowongon yang besar namun ditutup dengan beton," tandasnya. 

Keberadaan lokasi torowongan itu sekarang ini berada dilingkungan padat penduduk. Di atas terowoangan itu sendiri juga sudah berdiri  rumah-rumah warga.

Sementra dibagian luar terutama yang berada di tepi Sungai Pusur masih terdapat sisa-sisa bangunan dari pabrik gula. Pabrik tersebut   hancur oleh tentara Jepang pada tahun 1942.

"Lokasi ini cukup luas. Dari cerita  Bapak saya, pabrik ini dihancurkan oleh tentara Jepang pada tahun 1942", tambah Danang. Adam

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00