• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

HUKUM & KRIMINAL

Sembelih Betinanya, Ambil Jantannya, Residivis Pencuri Ternak Diringkus Polisi

16 January
19:03 2020
0 Votes (0)

KBRN, Karanganyar: Satreskrim Polres Karanganyar berhasil meringkus 2 pelaku pencurian ternak kambing dengan modus menghilangkan nyawa ternak yang sempat meresahkan warga Karanganyar.

Kapolres Karanganyar AKBP Leganek Mawardi menjelaskan Kedua pelaku yang berhasil diringkus yakni Ristanto sebagai eksekutor dan Ganang Ngadioko warga bekonang sebagai Joki sepeda motor.

"Pelaku yang berhasil kita ringkus ini residivis, dengan inisial R (ristanto), sudah beberapa kali keluar masuk lapas, yang satunya inisial GN (Ganang Ngadioko) sebagai joki," terang AKBP Leganek saat jumpa pers di Makopolres Karanganyar, Kamis, (16/1/20). 

Dikatakannya Aksi kedua tersangka tergolong unik dan nekat, lantaran saat menjalankan aksi para pelaku menghilangkan nyawa ternak dengan cara di sembelih agar tidak berisik hingga mengganggu pemilik, seperti kejadian di Desa Paseban, Kecamatan Jumapolo, Sebanyak 3 kambing gibas yang ada di kandang ditemukan mati dengan kondisi leher tersayat benda tajam. Sementara 3 kambing lainnya dibawa lari pelaku..

"Modus mereka itu cukup unik, karena mereka beraksi itu memotong anak dan induk kambing agar tidak berisik, dan yang diambil khusus jantan," bebernya.

Untuk di wilayah karanganyar para pelaku sudah melakukan aksinya sebanyak 3, selain itu juga di wilayah Seragen dan Wonogiri. Lanjut, AKBP Leganek, pelaku berhasil diringkus setelah adanya laporan dari korban ke unit Reskrim Polsek Jumapolo.

"Kasus ini terungkap setelah adanya laporan dari korban ke polsek Jumapolo, yang kemudian langsung kita tindak lanjuti," terangnya. 

Sementara itu, salah satu pelaku Ristanto mengaku Semua sasaran aksi pencurian hanya kambing milik tetangga dekat rumah. untuk Kambing yang hidup dijual di Pasar Klithikan Semanggi Solo dengan harga Rp 800.000. perkambing. Sedangkan temannya yang bertugas sebagai joki, mendapatkan bagian Rp. 400.000 dalam sekali aksi.

"Hasil curian itu hidup, biasanya saya jual ke pasar klithikan, harganya 800 ribu, temen saya itu (GN) dapet 400 ribu," bebernya. 

Adapun akibat perbuatannya para pelaku dijerat dengan Pasal 363 ayat (1) KUHP dengan Ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00