• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

PEMILU

Bawaslu Sukoharjo Luncurkan Buku "Risalah Demokrasi"

16 January
17:07 2020
0 Votes (0)

kBRN Sukoharjo : Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sukoharjo melakukan Launching Buku Risalah Demokrasi di kantor Bawaslu setempat, Kamis (16/01/2020).

Lounching di ruang pojok pengawasan Bawaslu Sukoharjo itu dihadiri sekitar 50 orang yang terdiri dari Panwascam, Ormas, tokoh masyarakat, Mahasiswa dan Wartawan serta Komisioner Bawaslu Jawa Tengah M. Rofiudin.

“Banyak hal menarik yang dituliskan dalam buku Risalah Demokrasi diantaranya adalah peran SDM dalam penguatan kelembagaan, totalitas pengawasan tahapan pemilu, misteri hilangnya sang perangkat desa, juga peristiwa lain yang terjadi selama proses pengawasan pemilu oleh Bawaslu Sukoharjo,” ungkap Komisioner Bawaslu Sukoharjo Rohmad Basuki kepada wartawan.

Menurutnya, Buku Risalah Demokrasi dibuat sebagai bahan evaluasi pengawasan dalam kacamata bawaslu sehingga masyarakat dapat ikut menilai dan menikmati hasil dari kerja Bawaslu Kabupaten Sukoharjo.

“ Penerbitan buku risalah demokrasi juga sebagai prasasti bahwa selama menjadi Bawasu memiliki kenangan untuk Bawaslu di tahun mendatang. Sehingga mereka tidak kesulitan mendapatkan informasi seputar kegiatan yang telah dilakukan oleh Bawaslu periode sebelumnya,” tukasnya.

Penerbitan buku Risalah Demokrasi juga tidak komersial dan Bawaslu hanya mencetak 325 buku yang diperuntukan bagi stake holder terkait.

“Di Jawa Tengah sendiri baru dua Bawaslu yang telah menerbitkan buku risalah demokrasi yakni Bawaslu Tegal dan Purbalingga,” cetus Rohmad.

Pihaknya berharap dengan terbitnya buku Risalah Demokrasi hasil kerja bersama dapat menjadi acuan bagi masyarakat bahwa tupoksi utama dari Bawaslu adalah pengawasan pemilu.

Sementara itu Komisioner Bawaslu Jawa Tengah M. Rofiuddin, mengakui bahwa untuk menerbitkan sebuah buku membutuhkan energi yang sangat besar.

“ Ya, menulis tidak dijadikan sebuah kebiasaan dan dipaksakan maka akan menjadi sebuah hal yang sangat sulit,” ungkap M. Rofiudin.

Oleh karena itu Bawaslu Jawa Tengah memaksakan Kabupaten Kota untuk menulis baik dalam buku atau Buletin, dengan tujuan semua hasil kerja Bawaslu dapat diingat dan tetap abadi.

Selain itu  juga untuk menjembatani generasi mendatang agar tidak melupakan peristiwa yang terjadi selama proses pengawasan.

“Pembuatan buku dan buletin juga bertujuan sebagai bentuk laporan pertanggung jawaban kepada publik terhadap kinerja yang telah dilakukan Bawaslu,” pungkasnya. (Edwi)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00