• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

DAERAH

Silsilah Tak Jelas, MAKN Tak Akui Keraton Agung Sejagat Purworejo

14 January
19:17 2020
0 Votes (0)

KBRN, Surakarta: Munculnya Keraton Agung Sejagat di Purworejo Jawa Tengah, disebut hanya lelucon dagelan tanpa history dan garis keturunan raja-raja Nusantara. Keraton Agung Sejagat  tidak akan masuk dalam Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN) yang beranggotakan kerajaan atau kesultanan di Indonesia. 

"Kerajaan yang masuk MAKN harus memiliki history dan genetik dengan raja-raja Nusantara," ungkap Ketua Harian Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN) KPH Eddy Wirabhumi kepada wartawan, Senin (13/1/2020) malam. 

Kanjeng Eddy mengatakan, dengan tidak adanya silsilah dengan raja-raja Nusantara, maka Raja Kerajaan Agung Sejagat tidak akan masuk dalam perserikatan raja-raja yang mempunyai kerajaan, kesultanan atau kedatukkan. Dalam aturan baku MAKN yang menjadi anggota adalah raja, sultan, panglingsir (di Bali), atau pemangku adat dari seluruh Nusantara yang punya basis history masa lalu. 

"Karena basisnya adat dan tradisi maka anggota MAKN sesuai adat dan tradisi, yang berkembang di setiap daerah. Namun bagi yang sama sekali tidak punya madzab dan silsilah lalu membuat sesuatu atau kerajaan baru itu dagelan," kelakarnya.

Menantu Raja Keraton Surakarta Mendiang PB XII itu mengatakan,  MAKN tidak akan mengakui Keraton Agung Sejagat, terlebih menjadikan aggota. Mengingat kondisi tersebut berbeda dengan MAKN yang memiliki peran masa kini dan masa datang kerajaan. 
Sesuai dengan basis sains dan riset serta keilmuan yang bisa dipertanggungjawabkan sesuai akademis. 

"Yang saya denger sendiri komentar masyarakat sekitar, dulu ada kerajaan. Tapi kerajaan jin itu," kata Eddy Wirabhumi.

Eddy Wirabhumi mengatakan, keberadaan keraton tersebut tidak perlu diperbincangkan lebih lanjut, karena hanya akan membuang energi. Menurutnya, yang disampaikan berbau mistis dan tidak masuk akal sehingga masyarakat sebaiknya mengabaikan. "Mungkin lebih pas dengan kerajaan (Jin) seperti yang disampaikan masyarakat sekitar."

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00