• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

HUKUM & KRIMINAL

Mantan Dirut RSUD Sragen Jadi Tersangka Korupsi Proyek 8 M

13 January
15:49 2020
0 Votes (0)

KBRN, Sragen: Mantan Direktur Utama RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen berinisial DS ditetapkan sebagai tersangka korupsi proyek Gedung Operasi senilai Rp 8 miliar. Selain itu, satu pegawai yang merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) berinisial NY juga dijadikan tersangka dalam korupsi yang merugikan negara miliaran rupiah itu. 

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen, Syarief Sulaeman Nahdi mengatakan, keduanya ditetapkan tersangka dalam proyek ruang operasi dan perlengkapan operasi bernilai sekitar Rp 8 miliar tahun 2016 silam.

"Satu langkah susah ada perkembangan pada kasus RSUD ini. Kami sudah menetapkan tersangka, untuk saat ini sementara ini ada dua. Yang pertama mantan dir 2016 dengan inisial DS. Kemudian PPK inisial NY," tandas Kajari, didampingi Kasi Pidsus, Agung Riyadi dan Kasi Intel, Dibto Brahmono, di ruang kerjanya, Senin (13/1/2020).

Kajari menguraikan pembangunan ruang operasi itu merupakan proyek tahun 2016, dengan nilai sebesar Rp 8 miliar yang dikerjakan oleh rekanan luar Sragen. DS ditetapkan tersangka atas perannya sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) yang bertanggungjawab atas penyimpangan yang terjadi. Sedangkan NY dijerat sebagai tersangka karena sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek yang kemudian ditemukan kerugian negara di dalamnya. 

Saat ini tim masih mengintensifkan pendalaman atas kasus tersebut. Syarief Sulaeman mengungkap, modusnya pencurian uang rakyat ini adalah pengondisian pengadaan, bukan pada lelang atau pembelian barang. "Barangnya bagus dan masih dipakai sampai sekarang," ungkapnya.

Kajari mengatakan kerugian masih dalam perhitungan. Namun data yang dihimpun, menyebutkan kerugian dari kasus itu disebut mencapai miliaran rupiah. "Sudah ada nanti kita sampaikan lagi."

  • Tentang Penulis

    Mulato Isha'an

    Mulato Isha'an RRI Surakarta<br />

  • Tentang Editor

    Mulato Isha'an

    Mulato Isha'an RRI Surakarta<br />

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00