• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

EKONOMI

Musim Hujan, Tengkulak Rempah Jahe Panen Untung

6 January
22:00 2020
0 Votes (0)

KBRN, Surakarta: Memasuki musim penghujan, tentu diiringi hawa dingin yang terkadang membuat tubuh membutuhkan asupan untuk menghangatkan badan. Salah satu caranya dengan mengkonsumsi minuman yang mengandung bahan rempah rempah seperti jahe.

Mimunam jahe hangat atau bila dikota solo lebih di kenal dengan Wedang jahe, banyak dijajakan diberbagai warung makan kaki lima hingga resto. Minuman ini menjadi salah satu favorit masyarakat saat memasuki musim pengujan.

Tingginya permintaan minuman jahe saat musim penghujan, tentu berdampak dengan tingkat penjualan para pedagang rempah rempah jahe. Salah satu pedagang rempah rempah di pasar gentan solo Suparmi mengungkapkan penjualan jahe saat musim penghujan melonjak hampir 50 persen.

"Kalau kemarin pas musim kemarau, yang cari itu sedikit karena memang panas hawanya, kalo pas musim hujan hawanya kan jadi dingin, yang cari itu makin banyak, bisa 2 kali dari biasanya," bebernya kepad RRI, Senin, (6/1/20).

Suparmi menuturkan para pelanggannya yang didominasi pedagang kaki lima, membeli rempah rempah jahe bisa mencapai 2 kali lipat, yang biasanya hanya setengah kilo saat musim hujan bisa mencapai 1 kilo jahe.

"Ya naiknya bisa 2 kali lipat, kalo disini kan yang berli biasnya penjual angkringan (warung kaki lima.red) itu kalo musim panas cuman beli 1/4 kilo sampai 1/2, pas musim hujan gini bisa sampek 1 kilo belinya," tuturnya.

Suparmi mengungkapkan Meningkatnya permintaan tersebut juga disebabkan harga jahe yang kini kian turun cukup signifikan, saat musim kemarau 1 bulan yang lalu, harga jahe bisa mencapai 40 ribu perkilo namun pada awal tahun ini turun hingga 29 ribu perkilo.

"Mungkin juga karena harganya itu semakin turun, jadi lebih murah ya, belinya juga jadi bisa lebih banyak, 1 bulan lalu itu harganya sempet 40 ribu perkilo, sekarang turun terus, jadi 29 ribu perkilo," jelasnya.

Senada, pedagang rempah jahe lainnya Ating mengaku permintaan rempah jahe di lapak miliknya juga menigkat tajam memasuki musim penghujan, namun kini harga jahe yang ia jual mulai merangkak naik.

"Ya makin banyak, gak kaya biasanya, gara-gara hujan jadi banyak yang cari, kalo harganya mulai naik sedikit sedikit," terangnya.

Disisi lain, Pemilik warung kaki lima Suprihatin mengungkapkan minuman jahe  menjadi incaran para pelanggannya setiap musim penghujan tiba, Bila hari biasa ia hanya bisa menjual 10 gelas, namun saat hujan bisa lebih dari 20 gelas.

"Pembeli itu kalo sore banyak yang cari jahe, apalagi pas hujan, kalo kita biasa buatin 10 gelas pas hari biasa, kalo hujan bisa 20 lebih, kadang 1 teko gede ini masih harus ditambah," tandasnya.

Meski penyajian minuman jahe di masing masing warung berbeda, namun minuman penghangat tubuh itu masih menjadi primadona saat musim penghujan.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00