• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

HUKUM & KRIMINAL

Dianggap Mencemarkan Nama Baik, Rektor IAIN Surakarta Laporkan Chating Palsu Kapada Polres Sukoharjo

10 December
06:16 2019
0 Votes (0)

KBRN Surakarta : Rektor  Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta Mudhofir Abdullah mengambi sikap tegas pasca kasus chatting palsu soal 'pijat plus' yang mengatasnamakan dirinya beredar di sosial media (sosmed).

Didampingi tim kuasa hukumnya dari LKBHI Fakultas Syariah IAIN Surakarta, Mudofir Abdulah melaporkan dalang pembuat chatting palsu hingga penyebarnya ke Polres Sukoharjo, Senin (09/12/2019).

Dalam screenshootyang tersebar dan menjadi viral itu chatting palsu dianggap mencemarkan nama baiknya karena seakan bakal memesan 'pijat plus'.

Kepada sejumlah media, Mudhofir Abdullah mengatakan jika pengaduan pencemaran nama baik ke Polres Sukoharjo, disampaikan laporan keberatan tentang chating palsu tersebut.

“ Ya, kami bersama tim kuasa hukum kami dari LKBHI melaporkan ke POlres Sukoharjo terkait pelanggaran UU ITE, karena chatt tersebut tersebar di media sosial (medsos),” ungkap Mudhofir kepada wartawan.

Menurutnya terdapat dua hal penting yang dilaporkan, yakni pembuatan konten palsu dan penyebaran di medsos.

“Dengan membuat laporan resmi, kami berharap berharap pihak kepolisian dapat secara tuntas dalam menangani kasus chatt palsu sampai ketemu siapa pelakunya dan terungkap motifnya,” cetusnya.

Lebih lanjut Mudhofir Abdullah juga mengatakan melakukan fitnah di medsos merupakan program pemerintah yang harus diperangi, lantaran Fitnah melalui Medsos dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

“ Kami juga berharap pihak berwenang segera melakukan pelacakan setelah pelaporan resmi dimasukkan. Baginya, hoaks adalah musuh bersama semua umat di dunia digital yang serba mudah melakukan posting,” tukasnya.

Pihaknya berharap setelah secara resmi melaporkan, polisi bisa melacak pelakunya. Agar menjadi pembelajaran, kasus pencemaran itu harus dituntaskan secara hukum.

“ Jika polisi tidak dapat menyelesaikan kasus tersebut, maka akan semakin merajalela karena kasus seperti itu bisa menimpa siapa saja dan di mana saja,” pungkas Mudhofir. (Edwi)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00