• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

KESEHATAN

50,2 Persen Penderita HIV AIDS Di Karanganyar Belum Tersedeteksi

3 December
16:09 2019
0 Votes (0)

KBRN, Karanganyar: Sebanyak 50,2 persen dari total estimasi penderita HIV AIDS di kabupaten Karanganyar masih belum terdeteksi.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar Fathul Munir mengungkapkan berdasarkan data dari tahun 2000 hingga 2019 total estimasi penduduk Karanganayr yang terjangkit HIV AIDS mencapai 1609 jiwa, namun jumlah yang terdeteksi baru 802 jiwa.

"Jika digambarkan penderita HIV AIDS itu seperti gunung es, jadi yang terlihat dipermukaan itu hanya 49,8 persen saja, sisanya 50,2 persen masih belum terdeteksi," ungkap Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar Fathul Munir dalam paparannya di rumah dinas Bupati Karanganyar, Selasa, (3/12/19). 

Munir, sapaan akrabnya mengatakan, dari jumlah 802 jiwa itu, terdapat 125 jiwa telah meninggal dunia sejak tahun 2019 lalu, jadi total yang terdeteksi 677 jiwa yang saat ini tercatat di dalam data dinas kesehatan karanganyar.

"Saat ini di 17 kecamatan di karanganyar seluruhnya terdapat penduduk yang terjangkit HIV AIDS, jika dilihat dari data Kecamatan yang tertinggi penduduk yang terjangkit berada di Tasik Madu, itu 108 jiwa", bebernya.

Munir mengatakan 50,2 persen tersebut dapat menjadi resiko ancaman penyebaran penyakit HIV AIDS di kabupaten karanganyar jika tidak segera dikendalikan. Untuk itu perlu adanya dorongan dari berbagai element masyarakat untuk meningkatkan kesadaran tentang penyakit HIV AIDS.

"Kita semua berkewajiban untuk bisa memfasilitasi mendorong saudara-saudara kita, untuk bisa dilakukan deteksi, 50 itu kalau kita dorong dan kita ketahui kemudian kita kendalikaan, insyaalah tidak akan menyebar. 

Tpi kalo 50,2 persen kita diamkan, masih tidak peduli dan sebagainya, ini menjadi ancaman," Katanya.

Lanjut Munir, juga parlu adanya dorongan kepada masyarakat untuk melakukan tes VCT sehingga mempermudah proses deteksi dini penderita penyakit HIV AIDS. "Dengan begitu penanganan kesehatan bisa segera dilakukan," imbuhnya.

Munir mengatakan berdasarkan usia, penderita HIV AIDS terbanyak pada usia 25 hingga 49 tahun dengan persentase 46 persen, sedangkan bila berdasarkan faktor resiko penyebab terjangkit terbanyak disebabkan penyimpangan aktivitas sex heteroseksual dengan tingkat presentase 86 persen, homoseksual 9 persen, perintal 3 persen, dan narkotika 2 persen.

"Kalo dari usia, terbanyak di umur 25 hingga 49 tahun, itu menyentuh angka 46 persen, meski dibawah itu juga banyak, tapi jika di lihat dari faktor penyebab tertinggi dari aktivitas seks heteroseksual dengan presentase 86 persen," tandasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00