• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

KESEHATAN

Kasus Stunting Di Karangnyar Terus Menurun

2 December
16:52 2019
0 Votes (0)

KBRN, Karanganyar: Dinas Kesehatan kabupaten Karanganyar mencatat kasus stunting atau gagal tumbuh terus mengalami penurunan semenjak 3 tahun terkahir.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar Cucuk Heru Kusumo mengatakan berdasarkan data survei tahun 2019, kasus stunting berada di angka 7 persen, jumlah tersebut menurun di banding tahun 2018 yang mencapai 13 persen, sedangkan tahun 2017 lalu, masih di angka 22 persen, nilai tersebut terus mengalami penurunan cukup signifikan. 

"Dari survei tahun ini, angka kasus stunting, di tahun 2019 sementara 7 persen, kalau tahun 2018 itu 13 ersen, dan tahun 2017 itu 22 persen," jelasnya.

Menurut Cucuk, penurunan tersebut tidak terlepas dari peran seluruh element masyarakat serta perangkat daerah yang gencar dalam kampanye stunting, sehingga kesadaaran masyarakat terhadapa kasus gagal tumbuh semakin tinggi.

"Itu (penurunan) merupakan hasil kerjasama antar element masyarakat dan juga perangkat daerah yang saling terintegrasi untuk menggalakan kampanya stungting di wilayah masing-masing," terangnya.

Meski begitu, imbuh Cucuk, pihaknya tetap menggalakan kampanye stunting sejak dini dengan fokus para remaja dari SMP hingga SMA, mengingat pemahaman pentingnya pemenuhan gizi dari ibu hamil sampai melahirkan perlu ditanamkan secara konsisten.

"Tapi kita tetap melakukan sosialisasi kepada para remaja, ya ke sekolah dari SMP sampek SMA melalui puskesmas, biar mereka tahu pentingnya pemenuhan gizi untuk ibu saat masa kehamilan," jelasnya.

Cucuk mengatakan Kampanye ke setiap sekolah tersebut dilakukan secara rutin dan terjadwal dan diterapkan setiap puskesmas di 17 kecamatan sebagai lembaga terdepan dalam penanganan kesehatan.

"Kalau program ke setiap sekolah itu ada jadwalnya disetiap puskesmas, mereka yang melakukan sosialisasi tentang kesehatan termasuk stunting, puskesmas itu lembaga kesehatan terdepan kami di setiap wilayah kecamatan," bebernya.

Lanjut Cucuk, Kecamatan Ngargoyoso masuk dalam salah satu wilayah yang tinggi kasus stunting atau gagal tumbuh, hal itu disebabkan faktor alam yang berada di kawasan pegunungan dengan kadar yodium rendah.

"Wilayah yang masih tinggi itu di wilayah Karanganyar bagian timur, salah satunya Ngargoyoso, karena memang di wilayah dataran tinggi, kadar yodiumnya rendah," terangnya.

Cucuk mengatakan terdapat perlakuan khusus bagi wilayah tersebut, seperti pendampingan secara intensif, penerapan penggunaan garam yodium, serta pengawasan ketat.

"Kalau seperti itu, perlakuannya juga khusus, karena wilayah khusus, ya seperti pemberian pemahaman penggunaan garam yodium, pendampingan secara intensif, tentunya juga pengawasan kesehatan yang ketat," tandasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00