• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

PENDIDIKAN

Tanah Lempung Netralisir Pencemaran Sungai Ala Gubes UNS Prof Pranoto

19 November
06:28 2019
0 Votes (0)

KBRN, Surakarta: Pencemaran air termasuk sungai yang menjadi salah satu sumber air baku menjadi masalah serius yang dialami masyarakat khususnya di perkotaan. Kalangan industri yang ditengarai menjadi penyebab utama terjadinya  pencemaran air sungai, jarang yang memiliki Instalasi Pengelolahan Air Limbah (IPAL) dengan alasan berbiaya mahal. 

Padahal menurut  guru besar Universitas Sebelas Maret (UNS) yang, Profesor Doktor Drs. Pranoto, MSc, sebenarnya ada cara sederhana, mudah, murah untuk menyelesaikan masalah pencemaran air dengan memanfaatkan tanah lempung. Hal tersebut disampaikan Profesor Pranoto dalam Pidato pengukuhan berjudul “Pemanfaatan Lempung Aktif Alofan sebagai Adsorben Alam dalam Pengelolaaan Lingkungan Air yang Berkelanjutan” di Auditorium s etempat, Senin ( 18/11/2019 ).  

Guru besar UNS ke 207 ini menyatakan, Pihaknya sejak tahun 2013 telah melakukan penelitian terhadap Natural Adsorbent atau dikenal dengan Alofan yang merupakan lempung aktif “Hasilnya menunjukkan kemampuan sebagai penyerap logam berat, zat warna dan bahan berbahaya beracun  bisa mencapai 85 % hingga 90 %,” ungkap Pranoto.

Menurut Guru Besar (Gubes) MIPA UNS tersebut, Inovasi lempung ini sudah diaplikasikan di berbagai daerah seperti  Konda Sorong Selatan,  Kalimantan Barat, Banten dan Mojosongo Solo ( kediaman Pranoto), yang  dikembangkan untuk inovasi rumah tangga. Dengan tema teknologi pengolahan air sungai menjadi air bersih, inovasi ini dinamakan  ‘Prans Water Filter (PWF) mulai PWF 1 hingga PWF 4 yang disebut Sedotan Ajaib’.

“Harapan kami di masyarakat bahwa dengan munculnya natural absorben atau absoreban alam alofan ini, air kotor menjadi air bersih. Kami mencoba membuat campuran atau komposit yang sebelumnya sudah diteliti berbagai ahli membuat lempung yang mudah ditemukan. murah, ramah lingkungan, dengan campuran atau komposit yang sebelumnya sudah diteliti berbagai ahli,”  jelas Pranoto lebih lanjut.

Sementara itu, selain Profesor Pranoto,  2 guru besar UNS lain yang dikukuhkan dalam waktu bersamaan  juga memaparkan pidato yang tak kalah menarik.  Guru besar FKIP bidang Ilmu Manajemen Pendidikan Inklusif  Profesor Dr. Munawir Yusuf, Msi memaparkan tentang pendidikan inklusif sebagai paradigma  baru pendidikan, terbukti mampu mempercepat upaya peningkatan  angka partisipasi bagi anak berkebutuhan khusus di Indonesia. 

Sedangkan guru besar bidang ilmu teknik mesin Fakultas Teknik Prpfesor Dr. Eng. Syamsul Hadi, ST, M.T memaparkan perkembangan penelitian yang dilakukan apda turbin air sebagai pembangkit listrik yang merupakan sumber energi terbarukan yang melimpah di Indonesia. Widha

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00