• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

PENDIDIKAN

IAIN Surakarta Gelar Dialog Publik dan Deklarasi Anti Radikalisme

18 November
22:29 2019
0 Votes (0)

KBRN Surakarta : Himpunan Aktivis Milenial Indonesia (HAM-I) bekerjasama dengan DEMA Fakultas Adab dan Bahasa IAIN Surakarta menggelar Dialog Publik public dan deklarasi anti radikalisme, Senin (18/11/2019).  

Dialog yang digelar di kampus IAIN demi menyorot fenomena paham radikal dan khilafah yang tumbuh subur di kalangan mahasiswa dan dosen, termasuk upaya merujevenansi pengajaran Pancasila di civitas akademika.

Menghadirkan dua nara sumber yakni Gugun El Guyani, Sekretaris LPBH PWNU DIY dan Dr. Amir Mahmud, M. Ag, pengamat kajian terorisme yang juga direktur Amirmahmud center dengan peserta dialog adalah para mahasiswa dari Kampus IAIN Surakarta.

Amirmahmud kepada wartawan mengakui jika paham radikal hingga saat ini tubuh subur bahkan di Indoensia sudah masuk dalam kategori darurat.

“ Ya, pertumbuhan paham radikal itu seolah sulit dikendalikan dan sudah masuk ke sekolah-sekolah atau kampus yang notabene tempat untuk menuntut ilmu ,” ungkapnya.

Menurutnya, sejumlah peristiwa teror belakangan banyak dilakukan oleh kalangan civitas akademik, mahasiswa, dosen, pegawai kampus. Padahal, mestinya, kampus menjadi gawang untuk membentengi gerakan dan paham radikalisme.

“ Yang lebih menyediahkan lagi paham radikal justru tumbuh subur dan dengan mudahnya masuk ke kampus umum negeri. Oleh karena itu melalui dialog publik memiliki arti penting agar mahasiswa tetap berada di koridor sebagai generasi muda penerus bangsa ,” tukasnya.

Lebih lanjut Amir Mahmud juga memberian solusi, sebagai antisipasi masuknya paham radikal ke kampus2, perguruan tinggi diminta  melakukan penataan kurikulum dan penataan organisasi mahasiswa, mushola dan masjid dan lembaga dahwah.

“ Kami sengaja mengambil tema kekerasan, radikalisme dengan maksud memberikan pemahaman kembali, kesadaran dan kepedulian masyarakat di dalam hal-hal yang merusak generasi muda ,” tuturnya.

Pihaknya juga berhrap, dengan kegiatan tersebut paling tidak dapat mencairkan atau mengurangi maraknya isyu yang begitu booming berkenaan dengan radikalisme.

Pada akhir dialog juga dilakukan deklarasi anti radikal yang diikuti seluruh peserta perwakilan dari mahasiswa IAIN Surakarta. (Edwi)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00