• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

BUDAYA

Tari Kolosal Derkuku Karang Tiji Tibeh Mewarnai Upacara Peringatan Hari Jadi Kabupaten Karanganyar Ke 102

18 November
21:54 2019
1 Votes (1)

KBRN, Karanganyar: Tari kolosal Derkuku Karang Tiji Tibeh mewarnai upacara peringatan hari jadi Kabupaten karanganyar ke 102 di Alun-alun karanganyar, Senin, (18/11/19). Tarian kolosal tersebut ditarikan 1500 penari dari pelajar SMP, SMA, dan SMK perwakilan dari 17 kecamatan di kabupaten Karanganyar. 

Adegan tari diawali dengan 22 penari wanita yang menggunakan kostum hijau di padu jarik serta selendang, menari dengan lues di depan para tamu undangan. Disusul barisan penari pria berkostum prajurit yang memikul 1 penari pria yang berperan sebagai Raden Mas Said.

Kemudian di tengah adegan tari, diwarnai dengan pelepasan 102 burung derkuku secara bersama dengan didampingi para pejabat forkompimda Kabuapaten Karanganyar.

Pada puncak kemeriahan tari, ribuan penari berkostum layaknya burung derkuku dengan baju putih, menggunakan mahkota emas berkepala burung, dan menggunakan selendang merah, menari bersama diiringi lantunan gending gamelan di tengah alun-alun Karanganyar.

Lalu, tarian ditutup dengan letusan petasan yang menggambarkan adanya pesta rakyat bersama. Koreografer Tari derkuku karang tiji tibeh Ari Kuntarto mengatakan tarian tersebut menggambarkan cerita lokal karanganyar tentang terbentuknya nama Kabupaten karanganyar.

"Tarian ini menggambarkan cerita lokal Nyi Ageng Karang bertemu dengan Raden Mas Said, yang akhirnya mencetuskan nama kabupaten Karanganyar," bebernya.

Ari menjelaskan dalam tarian tersebut terdapat filosofi, jenang baktul dan burung derkuku, yang menggambarkan keberhasilan metode peperangan raden mas said melawan penjajah.

"Jadi ini ada filosofinya, saat itu RM Said diberi jenang bekatul dan burung derkuku, yang punya makna Jenang bekatul itu tentang metode peperangan, sedangkan Burung derkuku di percaya waktu itu dapat membuat orang yang memakannya kelak jadi pemimpin di tanah jawa," terangnya.

Arti Tiji tibeh dalam tarian itu, lanjut Ari, mengisaratkan untuk memajukan Kabupaten karanganyar haru saling mendukung satu sama lain tanpa membedakan drajat, pangkat, maupun golongan.

"Tiji Tibeh itu Mati siji mukti kabeh, artinya dengan kebersamaan tanpa membeda-bedakan rakyat dan pimpinan, wong cilik maupun wong gede menjadi satu tiji tibeh, mati siji mukti kabeh. dan ini yang mendasari perjuangan raden mas said berhasil,"

Dengan arti tersebut, Ari mengungkapkan adanya harapan untuk mengakat seluruh potensi yang terpendam secara bersama-sama agar menjadi media memajukan Kabupaten Karanganyar,"Itu selaras dengan Tagline Karangnyar maju dan Berintergritas," tandasnya.

Adapun upacara diikuti ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemerintah Kabupaten Karanganyar, Forkompimda Kabupaten Karanganyar, serta Bupati Karanganyar Juliyatmono didampingi Wakil Bupati Karanganyar Rober Christanto.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00