• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

DAERAH

IPAL Mojo Nyembul Keluar, Bertahun-tahun Warga Keluhkan Bau Tinja

13 November
10:28 2019
0 Votes (0)

KBRN,Surakarta: Nasib malang dialami warga RT 03 dan 04 RW 07 Kelurahan Mojo Kecamatan Pasar Kliwon Kota Surakarta. Setiap hari selama tujuh tahun terakhir mereka mencium bau tinja dari mainhole instalasi pengelolaan air limbah (IPAL). Bahkan ketika hujan turin tinja dari saluran tersebut selalu keluar.

Manhole IPAL berada di jalan Bengawan Solo 3, tepatnya di depan rumah Sukarman. Merupakan hulu dari IPAL yang seharusnya mengalir ke jalan Kahar Muzakir. Namun nyatanya limbah dari belasan warga berhenti di manhole berdiameter 60 centimeter tersebut lantaran memiliki sudut elevasi lebih rendah.

"Kalau hari biasa seperti ini keluar bau. Nanti kalau hujan sedikit, tinja ini nyembul, keluar. Pas musim hujan, warga sini setiap hari membersihkan tinja, udah biasa," ucap Sukarman, Selasa (12/11/2019).

Pria 77 tahun ini pun langsung menunjukkan bukti bahwa limbah di IPAL tidak mengalir. Dia membuka penutup manhole dengan linggis, langsung tercium bau lebih menyengat dan terdapat endapat tinja memenuhi separo saluran. 

"Ini dibangun tujuh tahun lalu, belasan warga membuang limbah disini, sebagian tidak. Kita sudah melapor ke PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) beberapa kali, ditanggapi, pernah ada mobil PDAM menyedot tinja. Masalah selesai, tapi setelah beberapa hari begini lagi," terangnya.

Terakhir, dia utarakan persoalan tinja nyembul di forum rapat RW, namin belum menemukan kejelasan, apalagi. Kasus tinja nyembul ini kemudian disampaikan ke Wakil Ketua DPRD Surakarta Taufiqurrahman saat reses. Kemudian  Politisi Partai Golkar in langsung meluncur ke lokasi untuk melihat secara langsung Selasa (12/11/2019). 

Setelah melihat dan mendengar keterangan warga, dia memastikan telah terjadi kesalahan konstruksi dalam pembangunan IPAL.

"Harusnya di sini lebih tinggi dari dari hilirnya. Atau bisa saja saluran diteruskan ke jalan Bengawan Solo," kata Taufik.

Taufiq akan melakukan komunikasi dengan PDAM terkait aduan warga tersebut. Pihaknya mendesak perusahaan daerah itu bisa mempertanggung jawabkan kesalahan pembangunan yang dilakukan tujuh tahun silam. Apalagi ada kesan PDAM tidak secara rutin melakukan monitoring.

"Saya akan menindaklanjuti persoalan ini. Warga sudah bagus mau ikut program IPAL, tapi malah jadinya seperti ini, kasihan kalau dibiarkan terus menerus," pungkasnya.
 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00