• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

KESEHATAN

Anggaran PBI BPJS Solo Membengkak 77M, Ada Potensi Peserta Mandiri Beralih ke PBI

6 November
17:00 2019
0 Votes (0)

KBRN, Surakarta: Pemerintah Kota maupun DPRD Surakarta masih dipusingkan dengan persoalan kenaikan premi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan. Pasalnya kenaikan premi 100% membawa dampak bagi pembiayaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS pada tahun 2020 dari APBD.

Anggota Komisi 4 DPRD Kota Surakarta ASIH Sunjoto Putro memprediksikan, anggaran untuk PBI BPJS yang dibiayai pemerintah kota akan membengkak hingga Rp 77 miliar. Asumsi ini berdasarkan pembiayaan PBI premi BPJS  pada tahun 2020 nanti Rp 37 M untuk kepesertaan 137 ribu warga.

"Dengan kenaikan BPJS 100 % maka prediksi premi Rp 37 M akan dikalikan 2,  masih ditambah tunggakan atau hutang premi Pemkot ke BPJS Rp 2,6 M," ungkapnya kepada wartawan, Rabu (6/11/2019).

Berdasarkan KUA PPAS Rp 27,5 M sehingga ada kekurangan Premi Rp 12 M. Namun jumlah itu belum memprediksikan kenaikan premi. "Jadi 100 persen itu masih kekurangan. Prediksi kenaikan seperti ini 37 M ditambah 26 M berarti 77M, ditambah juga dimungkinan peserta BPJS mandiri akan berubah ke PBI," ujarnya.

Menurut Asih Sunjoto Putro, perlu mencari solusi penganggaran terkait persoalan yang akan muncul. Mengingat dalam pembahasan KUA PPAS APBD 2020 kemampuan Pemerintah Kota baru  tersedia 27,5 M.

"Belum lagi prediksi jika kemampuan masyarakat yang selama ini membayar BPJS secara mandiri, dengan kenaikan iuran itu akan beralih ke PBI yang dibiayai Pemkot," pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00