• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

EKONOMI

e-Retribusi Pasar di Sragen Tak Optimal, Pemda Cari Alternatif Lain

26 October
22:00 2019
0 Votes (0)

KBRN, Sragen: Pembayaran retribusi dengan sistem online (e-Retribusi) di sejumlah Pasar Tradisional Kabupaten Sragen tidak bisa berjalan optimal. Bahkan catatan Dinas Persindustrian dan Perdagangan menyebutkan e-Retribusi malah menambah pekerjaan petugas, mengingat banyaknya pedagang sepuh yang gagap teknologi. 

Kepala Bidang (Kabid) Penataan Pasar Disperindag Sragen Widya Budi mengungkapkan, tak sedikit pedagang yang tidak bisa tapping untuk membayar retribusi. Belum lagi jika saldo habis pedagang yang mayoritas sudah berusia lanjut juga tidak bisa mengisi.

"Mereka menyerahkan pengisian saldo kepada petugas pasar," ungkap Widya Budi kepada wartawan, Sabtu (26/10/2019).

Kondisi ini membuat pekerjaan petugas pasar semakin ekstra kare harus mengantri untuk isi saldo pedagang. Selain itu menurut Widya Budi sistem yang kini dijalankan di Pasar Bunder dan Pasar Kota juga sulit untuk dikembangkan ke Pasar Tradisional di 20 kecamatan. Mengingat Bank Jateng yang diajak kerjasama belum memiliki jaringan sampai ke seluruh kecamatan.

"e-Retribusi biasa pedagang harus isi ulang, karena males biasanya titip ke petugas pasar, jadinya petugas malah wira wiri, ada kerjaan tambahan, padahal konsep awalnya mempermudah,” terangnya.

Kepala Disperindag Tedy Rosanto mengakui saat ini ada kendala untuk pelaksanaan E-Retribusi di sejumlah pasar. Lantas langkah untuk transisi dilakukan dengan membuat E-tiketing sistem pembayaran seperti gesek tunai. 

"Ini mempermudah penarikan retribusi, atau ini sebagai cara transisi dari penarikan retribusi konvensional ke e-Retribusi," ujarnya.

Dalam sistem pembayaran ini pedagang membayar secara tunai. Namun petugas akan langsung mentransfer ke rekening kas daerah. Sehingga kekhawatiran kebocoran anggaran sulit terjadi.

  • Tentang Penulis

    Mulato Isha'an

    Mulato Isha'an RRI Surakarta<br />

  • Tentang Editor

    Mulato Isha'an

    Mulato Isha'an RRI Surakarta<br />

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00