• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

EKONOMI

Kemenakertrans Beberkan Investor Enggan ke Indonesia, Salahsatunya Masalah Tenaga Kerja

22 October
23:08 2019
0 Votes (0)

KBRN, Surakarta: Pemerintah perlu membentuk tim pengendali pengangguran daerah untuk menangani isu tenaga kerja dan pengangguran. Bahkan penilaian keberhasilan pembangunan daerah salah satu indikatornya banyaknya jumlah pengangguran.

Plt Dirjen Pembinaan, Penempatan Tenaga Kerja Kementrian Tenaga Kerja Aris Wahyudi mengatakan, masalah pengangguran dan tenaga kerja masih menjadi isu piggiran. Isu itu belum menjadi pemikiran mainstream setiap Pemerintah Daerah. Sehingga angka pengangguran sampai saat ini belum dapat ditekan se kecil mungkin. 

"Kedepan pemerintah perlu membentuk Tim Pengendali Pengangguran layaknya Tim Pengendali Inflasi," kata Aris saat membuka bursa kerja di Balaikota Surakarta, Selasa (22/10/2019).

Menurut Aris Wahyudi, masalah pengangguran harus ditangani serius. Selain mencetak start up (pengusaha) juga perlunya menyediakan lapangan pekerjaan. 

"Kedepan permasalahaan tenaga kerja akan menjadi indikator ekonomi makro fiskal seperti TPID, sehingga penialain kinerja bupati/ walikota dan gubernur salah satunya angka pengangguran di tempat," jelasnya.

"Sampai sat ini sering kita lihat perhatian dari buget masih sangat minim. Tenaga kerja menjadi isu pinggiran isu residual harapannya kita urusan tenaga kerja menjadi mainstream," sambungnya.

Aris Wahyudi mengatakan 10 faktor penghambat investasi empat di antaranya dari tenaga kerja. Terdiri masalah jam kerja, tenaga terampil baik sisi jumlah, kualifikasi dan distribusi susah. Termasuk aturan ketenagakerjaan yang memberatkan investor datang berinvestasi di Indonesia. 

"Di antaranya tanda kutip saat melakukan PHK perusahaan harus membayar pesangon setara 32 bulan gaji pegawai. Sementara dia negara lain seperti Vietnam tidak ada. Belum lagi masalah perizinan."

Sementara itu Pameran Kesempatan Kerja 2019 di Balaikota Surakarta berlangsung 2 hari 22-23 Oktober. Sedikitnya 2.504 lowongan pekerjaan dari 161 jenis pekerjaan disediakan 30 perushaan baik lokal maupun nasional. 

"Kebanyakan lowongan pekerjaan untuk lulusan SMA/SMK. Setidaknya 75 persen dari jumlah pengangguran 12 ribu orang di Solo dapat terserap," kata Kepala Disnakerr Perin Surakarta Ariyani Indriyastuti.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00