• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

DAERAH

OSIS SMK Negeri Jenawi Karanganyar Lakukan Droping Air Bersih di Tawangsari Sukoharjo

15 October
21:19 2019
0 Votes (0)

KRBN Karanganyar : Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMK Negeri Jenawi menyumbang 6 tangki air bersih ke dukuh Watu Lumbung desa Watu Bonang Kecamatgan Tawangsari Sukoharjo.

“ Sumbangan air bersih ini hasil iuran dari siswa siswi di tambah bantuan dari bapak ibu guru smk negeri jenawi,” jelas Kepala SMK Negeri Jenawi Karanganyar Sri Eka Lelana, Selasa (15/10/2019).

Aksi peduli kekeringan ini sendiri bermula dari rasa keprihatinan banyaknya pemberitaan dan informasi  kekeringan  di media massa maupun media sosial.

“ Awalnya hanya inisiatif internal osis saja, tapi ternyata didukung oleh bapak ibu yang dimana juga ikut iuran membantu kami,” ujarnya.

Pemilihan dusun Watulumbung desa Watu Bonang, Kecamatan Tawangsari ini didasarkan pada informasi yang kami terima. Namun demikian kami sadari jika, wilayah kekeringan itu tidak hanya di sukoharjo tapi juga ada di Wonogiri, Sukoharjo, Sragen dan daerah kami kabupaten Karanganyar.

“ Sasaran pertama kami prioritaskan sukoharjo dulu, karena dari penilaian kami disini sangat membutuhkan,”tandasnya.

Setelah dari Sukoharjo, aksi peduli kekeringan juga akan menyasar ke wilayah Karanganyar dan Kabupaten Sragen.

“ Untuk Karanganyar kami sudah ada target lokasinya, tapi soal waktu dan berapa jumlah air yang akan kami droping, akan kami rapatkan dengan temen temen dulu dan tentu saja meminta saran dan petunjuk dari bapak ibu guru,” ungkap Irsyad Ketua OSIS SMK Negeri Jenawi.

Wakil Kesiswaan SMK Jenawi, Harsono menyampaikan, Gerakan Bersama Peduli Kemanusiaan ini memang murni ide dari anak anak.

 Melihat semangat dan antusias dari siswa, kami dari pihak guru mendorong dan mendukung sepenuhnya terlebih kegiatan ini untuk membantu saudara kitaditimpa musibah bencana kekeringan,” ungkapnya.

Tidak hanya bangga pihaknya juga terharu melihat semangat anak anak, jadi kami dari guru juga ikut iuran dan berpartisipasi  kegiatan anak anak ini.

Sementara itu Kepala BPBD Sukoharjo Sri Maryanto mengatakan, kekeringan ini sudah berlangsung selama 6 bulan lalu. Dari pemerintah Sukoharjo melalui BPBD sudah menyiapkan bantuan air bersih.

“ Data BPBD, Dari 3 kecamatan terdapat 16 desa dan yang paling besar di kecamatan Weru ada 11 desa, Tawangsari 2 desa, Weru 3 desa dengan dampak 71 dukuh 131 RT dan 63 RW. “ kalau total yang terdampak kekeringan ada 9.915 warga dan  19.923 jiwa,” imbuhnya (Edwi)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00