• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

OLAH RAGA

Cari Point Untuk Paralimpic Games Atlet NPC Indonesia Gencar Ikuti Berbagai Ivent Di Luar Negeri

14 October
06:07 2019
0 Votes (0)

KBRN Surakarta: National Paralimpik Comitee (NPC) Indonesia saat ini tengah gencar mengirimkan beberapa atlet dari berbagai cabang olahraga untuk mengikuti ivent diluar negeri.

Pengiriman itu dilakukan dalam rangka mencari point agar dapat meraih tiket ke olahraga multi ivent bagi penyandang disabilitas tingkat dunia Paralimpic games di Tokyo Jepang tahun 2020 mendatang.

Presiden NPC Indonesia Senny Marbun mengatakan beberapa ivent itu diantaranya INAS Global Games di Brisbane Australia, dimana NPC mengirimkan 18 atlet di 4 cabang olahraga.

“ Ya, selain atlet ke Brisbane, dalam waktu yang hampir bersamaan, NPC Indonesia juga mengirimkan tiga atletnya untuk mengikuti kejuaraan world shooting parasport di Sidney Australia ,” ungkap Senny kepada wartawan di Kantornya, Minggu (13/10/2019).

Menurutnya, para atlet menembak NPC itu diundang lantaran memiliki point untuk masuk ke Paralypic Tokyo. Sehingga hal itu harus mampu dimanfaatkan oleh para atlet NPC Indonesia.

“ Shooting Para sport merupakan cabang olahraga baru namun dalam APG 2018 di Jakarta sudah mampu berprestasi. Oleh karena itu  pihaknya meminta kepada PB PERBAKIN agar semua alat yang dipergunakan pasca APG dapat dikirimkan ke NPC Indonesia di Solo. Alat yang kami maksud itu adalah Shooting Scoring System SIUS ,” ungkapnya.

Lebih lanjut Presiden NPC Senny Mabun benar-benar sangat berharap kepada PB Perbakin terhadap alat tersebut.  Sebab jika hanya mengandalkan target maka menilainya tidak bisa akurat. Namun jika memakai SIUS, maka yang menilai langsung komputer.  

Sementara itu beberapa cabang olahraga yang sudah dapat dipastikan meraih tiket di paralimpic diantaranya adalah tenis meja, dan bulutangkis.

“ Untuk cabor lain masih terus berjuang untuk mendapatkan point dengan mengikuti kejuaraan singgel ivent diluar negeri “ pungkasnya. (Edwi)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00