• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

KESEHATAN

Dinkes Pemkab Wonogiri Pastikan Tidak Gunakan Ranitidin

13 October
05:59 2019
0 Votes (0)

KBRN Wonogiri : Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Wonogiri memastikan tidak menggunakan obat-obatan yang mengandung ranitidin.

Belakangan diketahui obat yang dapat menurunkan asam lambung itu tercemar senyawa N-nitro-sodimethylamine (NDMA) yang bersifat karsinegenik atau memicu kanker.

Kepala Dinkes Pemkab Wonogiri dokter Adhi Dharma mengaku telah menerima surat edaran dari Badan Pengawas Obat dan Makanan BPOM terkait penarikan obat tersebut. 

“ Ya, kami sudah menerima surat edaran dari BPOM, dimana dalam lampiran surat BPOM dijelaskan, ranitidin yang diperintahkan ditarik karena terdeteksi NDMA yakni ranitidine cairan injeksi 25 mg/ml. Zantac cairan injeksi 25 mg/ml, Rinadin sirup 75 mg/5ml, Indoran dan cairan injeksi 25 mg/mL ,” ungkap dr. Adhi Dharma kepada RRI, Sabtu (12/10/2019).

Terkait Ranitidin, diakuinya pernah ada di gudang farmasi untuk didistribusikan ke Puskesmas, namun jenis dan mereknya berbeda, sehingga masih aman dikonsumsi.

“ Meski ranitidin yang di gudang farmasi sudah aman, namun Dinkes Pemkab Wonogiri juga telah menyampaikan informasi dari BPOM kepada rumah sakit baik negeri dan swasta, apotek, klinik maupun dokter praktik pribadi agar tidak meresepkan atau menjual obat yang mengandung ranitidin dan sesuai himbauan BPOM segera melakukan penarikan kembali , atau recall,” cetusnya.

Lebih lanjut dikatakan dr. Adhi Dharma bahwa keputusan penarikan ranitidin merupakan buntut temuan Badan Kesehatan Amerika, US FDA dan EMA (European Medicines Agency) yang menyatakan senyawa ranitidine tercemar NDMA dan dapat memicu kanker.

“ BPOM saat ini sedang melakukan pengambilan dan pengujian beberapa sampel  produk ranitidin. Hasil uji sebagian sampel mengandung cemaran NDMA dengan jumlah melebihi batas yang diperbolehkan ,” pungkasnya. (Edwi)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00