• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

EKONOMI

Resah Gegara Rentenir, Puluhan Pedagang Pasar Bunder Sragen Mengadu ke Pemkab

4 October
16:47 2019
0 Votes (0)

KBRN, Sragen: Pedagang Pasar Bunder resah dengan kembali maraknya rentenir (lintah darat) yang beroperasi di Pasar tradisional tersebut. Puluhan pedagang pasar Bunder Jum'at (4/10/2019) mengadu dan mendesak kepada Pemkab Sragen untuk melakukan razia dan melarang keberadaan rentenir.

Rentenir atau lintah darat kembali menghantui sejumlah pedagang di Pasar Bunder Sragen. Mereka disebut tidak segan-segan mencekik pedagang kecil melalui pnjaman uang dengan bunga selangit.

"Orangnya kejam mas, kalau nagih suka keluar kata-kata kasar. Gak peduli orangnya sedang sakit atau apa, ya tetap dicari dirumahnya," ungkap salah satu pedagang, Lasmi (40), asal Desa Kalibening, Kecamatan Karangmalang, Sragen.

Dia menyampaikan, rentenir tersebut meminjamkan uang antara Rp 1 juta hingga Rp 5 juta dengan bunga perhari dari pinjaman pokok. Biasanya pedagang kecil yang terdesak permodalan menjadi korban rentenir tersebut.

Oleh sebab itu pihaknya meminta pemerintah menindak para rentenir tersebut agar tidak beroperasi di pasar tradisional. Selain itu berharap pemerintah dapat menggandeng perbankan resmi yang membantu permodalan.

"Selama pokoknya itu belum dibayar dia akan terus mengejar. Kalau ada bank koperasi yang mudah untuk cari modal kan pedagang kecil seperti saya tidak pinjam ke bank plecit," tuturnya.

Dalam musyawarah bersama Dinas Perdagangan dan Koperasi Simpan Pinjam Artho Moro Dhewe Sragen di Gedung IPHI Krapyak,  Kabid Pengelolaan Pasar Disperindag Sragen, Widya Budi mengatakan, kasus rentenir yang menjerat pedagang sudah direspons dan jadi perhatian Bupati Sragen dan Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen. 

"Saran saya strategi untuk memerangi rentenir, itu dengan cara tidak pinjam ke rentenir dan tidak mengulang pinjam ke rentenir d ngan bung 10%-15%."

  • Tentang Penulis

    Mulato Isha'an

    Mulato Isha'an RRI Surakarta<br />

  • Tentang Editor

    Mulato Isha'an

    Mulato Isha'an RRI Surakarta<br />

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00