• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

PENDIDIKAN

Peringati Hari Batik Nasional, Puluhan Siswa SD Sayangan Membatik Bersama

2 October
17:34 2019
0 Votes (0)

KBRN, Surakarta: Suasana halaman SD Sayangan Kecamatan Laweyan Surakarta pada Rabu,(2/10/19), nampak berbeda dari hari biasa. Puluhan siswa siswi nampak sibuk menorehkan lilin dalam canting keatas permukaan selembar kain putih.

Dengan posisi duduk berkelompok sembari memegang kain yang di bentangkan dengan kayu berbentuk kotak, Secara perlahan siswa siswi ini menutup setiap garis bermotiv bunga yang tergambar di media kain dengan lilin cair yang sudah dipanaskan. 

Mereka nampak antusias mengkuti setiap tahap proses membatik dalam kegiatan membantik bersama di halaman sekolah setempat.  

Salah satu siswa Sherine mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut, selain untuk menyalurkan hobi gambarnya, menurutnya membatik juga dapat melatih kesabaran.

"Ya, saya seneng, karena saya suka menggambar, ini (membatik) juga bisa buat melatih kesabaran," ungkapnya.

Sementara itu Kepala Sekolah SD Negeri Sayangan Kecamatan Laweyan Surakarta Fery Gestoni Hariyono mengatakan membatik bersama ini diselenggarakan dalam rangka memperingati hari batik nasional.

"kegiatan ini kita Selenggarakan juga sebagai peringatan hari batik nasional yang tepat di peringati hari ini," katanya saat ditemui wartawan di sela membatik bersama.

Kegiatan ini diikuti puluhan siswa siswi SD Sayangan baik dari kelas 4 , kelas 5, maupun 6. mereka semua diberi fasilitas membatik gratis dalam kegiatan tersebut.

"kalo yang ikut, siswa kelas 4,5,6 yang sudah disiapkan, kami sediakan kursi 100 tapi tidak terisi semua, ini semua kita fasilitasi," ungkapnya.

Lanjut, Fery, membatik juga telah dijadikan salah satu ekstra kulikuler di SD Sayangan kecamatan Laweyan Surakarta, hal ini karena menyesuaikan lokasi sekolah yang berada di wilayah kampung batik Laweyan.

"membatik kita sudah jadikan ekstra kulikuler yang sifatnya pilihan, para siswa bisa memilih mau ikut apa tidak, tapi dari antusiasnya banyak yang ikut, rata - rata dari kelas 5 dan 6," katanya.

"ya ini, kita menyesuaikan SD ini letaknya di pusat industri batik di kota solo, jadi kita jadikan membatik salah satu ekstra kulikuler pilihan," tambahnya.

Fery berharap melalui kegiatan membatik bisa memunculkan bakat untuk menghasilkan produk batik dari para siswa siswi, sehingga nantinya dapat dijadikan bekal kemampuan di masa depan.

"semoga dengan kegiatan ini bisa muncul bakat baru membatik dari anak anak, jadi bisa buat bekal nanti setelah sekolah SD, SMP, SMA bahkan Sekolah tinggi," tandasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00