• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

KESEHATAN

Obesitas Tinggi, Sungadi Remaja Sragen ini Tetap Enjoy

20 September
13:12 2019
0 Votes (0)

KBRN, Sragen: Seorang remaja asal Sragen Sungadi (20) mengalami obesitas tinggi. Warga Dukuh Jurang, Desa Sono, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen ini memiliki berat badan 1,4 kwintal.

Anak ke lima dari pasangan suami istri (pasutri) Suwarno (50) dan Tukiyem (40 ) mengalami kelebihan berat badan sejak kecil. Bahkan sejak lahir berat badannya 4,8 kilogram.

Saat dikunjungi awak media Jum'at (20/9/2019) Sungadi nampak ceria. Meski berat badannya tak seperti remaja seusianya ia tetap enjoy. Dia bahkan suka membantu tetangga dan orang tuanya bekerja sebagai kuli srabutan.

Suwarno mengatakan, porsi makan Sungadi cukup besar. Setiap hari biasa 9 kali makan. Dia juga sangat gemar minum air putih dingin. 

"Makanan kesukaannya bakso, ya orang gemuk ya makannya kayak gitu mas. Sukanya minum air es," ungkap Suwarno.

Sungadi adalah anak terakhirnya. Ke empat kakaknya sudah berumahtangga. "Tinggal satu ini yang belum menikah. Kakaknya sudah pada rumah tangga sendiri – sendiri,” kata Suwarno.

Menurut Suwarno, kendatipun tak pernah mengenyam bangku pendidikan putranya terbilang cerdas. Bahkan ringan tangan, suka membantu tetangga sekitar yang sedang kesulitan.  Sejak kecil atau umur dua tahun Sungadi juga telah di tinggal bekerja ibunya di pabrik.

"Dirumah hanya sama saya. Dia seneng bantu-bantu tetanga yang sedang repot atau membantu bangun rumah," ujarnya.

Sungadi sedikit mengalami keterbatasan. pembicaraannya tidak begitu jelas. Bahkan jika ada orang yang baru dikerahui akan ketakutan. Apa lagi dengan jarum suntik dia sangat alergi.

"Takut kalau kalau di suntik. Sempat kemerin itu mau di periksa sama bidan mau di ambil darahnya dia ketakukan,” bebernya.

  • Tentang Penulis

    Mulato Isha'an

    Mulato Isha'an RRI Surakarta<br />

  • Tentang Editor

    Mulato Isha'an

    Mulato Isha'an RRI Surakarta<br />

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00