• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

DAERAH

Para Pakar Geologi dan Mahasiswa Kunjungi Rowo Jombor Klaten, Lakukan Kajian

11 September
20:58 2019
0 Votes (0)

KBRN,Klaten: Ratusan peserta Studi Lapang Seminar Naional Faktor Geomorfologi dalam Ketahanan  dan Pengelolaan Sumber Daya Air di Yogyakarta, mengunjungi kawasan Rowo Jombor di Desa Krakitan Kecamatan Bayat Kabupaten Katen Selasa (10/9/2019). 

Kegiatan yang diselenggrakan Badan Geologi Kementrian ESDM,  Dewan Sumber Daya Air Nasional, LIPI dan Ikatakan Ahli Geologi Indonesia tersebut, bertemu dengan Komunitas Peduli Rowo Jombor, Sekolah Sungai Klaten dan Pemerintah terkait.

“Peserta yang merupakan para ahli geologi dan hidrologi serta mahasiswa itu ingin belajar tentang kepedulian masyarakat dan komunitas dalam pembersihan enceng gondok beberapa waktu lalu. Rombongan dipimpin pakar Geologi LIPI Otto Ongkosongo," ungkat sekretaris sekolah sungai Klaten, Arif.

Arif menyebutkan, sebelum ada gerakan pembersihan, enceng gondok tersebut tumbuh hampir memenuhi hampir 75 persen luasan Rowo Jombor. Namun setelah ada gerakan dengan melibatkan berbagai komponen dan komunitas penduli rowo jombor, komunitas sekolah sungi dan yang lain, kondisinya kini bersih.

Dalam kunjungannya itu, rombongan juga berkesempatan  melihat dari dekat  terowongan yang menembus gunung Pegat sebagai saluran air. Fungsinya untuk pengairan atau irigasi persawahan di wilayah Kecamatan Cawas.

Pakar Geologi LIPI Otto Ongkosongo kepada RRI mengatakan, kedatangnnya bersama rombongan tersebut ke Rowo Jombor dalam  rangka studi lapang Seminar Nasional ke dua Geomofologi dalam kaitan ketahanan air. Dirinya juga merasa prihatin dengan kondisi alam sekarang ini yang banyak dirusak oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

“Kita tahu, banyak lahan yang dirusak, alam yang dirusak, oleh karena itu kita harus mempertahankannya. Banyak air yang dicemari, banyak air langka banyak air yang tidak layak untuk hidup manusia padahal air merupakan sumber kehidupan bagi manusia," kata Otto Ongkosongo kepada RRI di Rowo Jombor Bayat Klaten.

Berdasarkan kenyataan itu, maka harus dicari cara untuk mempertahankan agar lingkungan tetap terjaga. Sehingga ketersediaan air kedepan akan tetap lestari.

“Oleh karena itu kita akan memikirkan supaya lingkungan geomorfologi ini tetap terjaga karena dia yang menampung, menyimpan air agar supaya airnya tetap ada berkualitas dan lingkungannya terjaga tidak rusak," tandasnya. Adam

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00