• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

KESEHATAN

Dilema Penerapan Perda KTR, Solo Bebas Iklan Rokok atau PAD 1.5M Hilang

27 August
21:08 2019
0 Votes (0)

KBRN,Surakarta : Mewujudkan Kota Solo Layak Anak (KLA) tidak lepas dari harapan Solo bebas iklan dan sponsor rokok. Apalagi Peraturan Daerah Kawasan Tanpa Rokok (Perda KTR) sudah disahkan DPRD Surakarta 6 Agustus 2019 lalu.

"Karenanya sosialisasi tentang Perda KTR segera dilakukan Pemkot Surakarta, khususnya melarang pemasanga iklan rokok," kata Eny Rosana dari Bagian Hukum Sekretariat Daerah (Setda) Surakarta dalam Diskusi di Hotel Sahid Jaya Solo, Selasa (27/8/2019).

Eny Rosana mengakui, pendapatan dari reklame rokok setiap tahun mencapai ratusan juta rupiah. Namun dampak bahaya bagi kesehatan bagi anak yang harus menjadi perhatian utama karena lebih mahal. 

Menurutnya, untuk mewujudkan Solo bersih dan sehat, bebas asap rokok tidak saja di tempat-tempat yang dilarang. Tetapi dimulai dari masyarakat sendiri yang harus berani menegur orang terdekat supaya tidak merokok.

"Polusi asapnya sangat berbahaya, disisi lain bagi si perokok menjadi pecandu. Mengingat didalam kandungan rokok terdapat zat adiktif," bebernya.

Ironisnya Pemerintah Pusat hingga Pemkot Surakarta masih menerima bagi hasil cukai atas tembakau. Diskusi berlangsung seru lantaran diwarnai tanya jawab mengenai Perda Rokok yang hanya membatasi pelarangan pasang reklame di tempat tempat tertentu, tidak diseluruh fasilitas umum.

Diskusi yang diprakarsai Yayasan Kepedulian Untuk Anak Surakarta (Yayasan KAKAK) ini diikuti Komunitas Kampung Bebas Asap Rokok, Pendamping Forum Anak dan Jajaran Puskesmas se Kota Solo.

Sementara Pembicara Andri Wahyudi dari BPPKAD menyatakan, pengaruh reklame KTR untuk dengan pendapatan daerah cukup besar. Pendapatan reklame rokok rata-rata mendapat 1,5 M pertahun. "Namun kami bekerjasama dengan Satpol PP sudah melakukan penurunan reklame MMT illegal."

 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00