• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

KESEHATAN

DKK Pemkab Sukoharjo Luncurkan Program Deteksi Dini Faktor Resiko PTM

18 July
06:53 2019
0 Votes (0)

KBRN Sukoharjo : Pemkab Sukoharjo melalui Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) melounching program “Deteksi Dini faktor Resiko Penyakit Tidak Menular” (PTM), Rabu (17/07/2019).

Lounching yang digelar di Pendopo Graha Satya Praja  juga ditandai dengan pembangian perlengkapan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) bagi 167 desa/kelurahan yang tersebar di kabupaten Sukoharjo.

Lounching dilakukan PLT Kepala DKK Pemkab Sukoharjo Yunia Wahdiyati yang dihadiri Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Widodo Wakil Bupati Purwadi dan jajaran Forkopimda, Ketua Tim Pengerak PKK Sukoharjo Nyonya Etik Suryani serta Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Camat, Kepala Puskesmas, dan Kepala Desa penerima Posbindu.

Kepala BidangPengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) DKK Pemkab Sukoharjo Bejo Raharjo mengatakan tingginya angka kematian akibat PTM membuat DKK Sukoharjo terus berupaya memberikan sosialisasi pada masyarakat akan pentingnya deteksi dini.

“ Ya, Deteksi dini tersebut dilakukan dalam rangka menurunkan angka kematian yang disebabkan PTM dengan sasaran warga berusia 15 hingga 59 tahun, dan kami berharap masyarakat memanfaatkan Posbindu di masing-masing desa/kelurahan ,” ungkap Bejo kepada wartawan.

Menurutnya, pelaksanaan skrining kesehatan deteksi dini faktor resiko PTM akan dilaksanakan mulai bulan ini hingga Desember mendatang di seluruh wilayah di Kabupaten Sukoharjo.

“ Skrining kesehatan tersebut meliputi pengukuran tinggi badan, berat badan, lingkar perut, tekanan darah, pemeriksaan gula darah sewaktu dan anamnesa perilaku berisiko ,” cetusnya.

Sementara itu PLT Kepala DKK PemkabSukharjo Yunia Wahdiyati menambahkan, Posbindu PTM tersebut menjadi upaya efektif dan efisien dalam mencegah dan mengenkandalikan kasus baru PTM di masyarakat.

“ PTM yang diwaspadai antara lain diabeletes melitus, kanker, hipertensi atau tekanan darah tinggi, stroke, obesitas, dan juga beberapa PTM lainnya ,” kata Yunia. Asisten II Sekda, Widodo menyatakan keprihatinannya akan meningkatnya angka PTM yang kini menjadi penyebab kematian terbesar di Indonesia.

“Kami ikut prihatin dengan tingginya angka PTM. Kondisi itu menjadi beban ganda dalam pelayanan kesehatan sekaligus tantangan yang harus dihadapi dalam pembangunan bidang kesehatan ,” tukas Widodo.

Dia juga mengatakan, selama ini warga sudah melakukan antisipasi terhadap penyakit menular namun mengabaikan perilaku yang berdampak pada munculnya penyakit tidak menular dan juga memicu kematian.

“ Pemkab Sukoharjo mengajak kader kesehatan untuk terus memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga perilaku hidup sehat melalui kampanye gerakan masyarakat (Germas) ,” pungkasnya. (Edwi)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00