• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

PENDIDIKAN

Rektor UNS : Sabah dan NTB Lokasi Terfavorit KKN UNS

26 February
21:06 2019
0 Votes (0)

KBRN,Surakarta: Sejak Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo dihidupkan kembali, wilayah Sabah Malaysia merupakan salah satu penempatan lokasi KKN. Di wilayah perbatasan dengan Indonesia itu banyak permasalahan pendidikan bagi anak-anak WNI yang memprihatinkan.

"Kondisi pendidikan anak-anak Indonesia di perbatasan cukup memprihatinkan," kata Rektor UNS Solo, Prof. Dr. Ravik Karsidi kepada wartawan, di sela kegiatan Monitoring dan Evaluasi (MONEV) hasil pelaksanaan KKN 97 mahasiswa di Kecamatan Karanganyar Kabupaten Ngawi di Kampus setempat, Selasa (26/2/2019).

Pihaknya secara khusus telah melaporkan permasalahan pendidikan bagi anak pekerja di perkebunan di kawasan Sabah Malaysia kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Atase Pendidikan. Hanya saja ada Keterbatasan dan ketertutupan dari Pemerintah Malaysia. Sebenarnya aktivitas mahasiswa KKN di wilayah tersebut mendapat apresiasi para pekerja dan Konjen Indonesia di Malaysia.

"Saya sudah secara khusus melaporkan ini kepada Mendikbud juga Atase Pendidikan Malaysia. Tetapi ada keterbatasan dan ketertutupan Pemerintah Malaysia, padahal Konjen sangat senang dengan KKN setiap 6 bulan, karena merasa dibantu,"  beber Ravik.

Dikatakan Ravik, Sabah hingga saat ini masih menjadi lokasi paling favorit pilihan mahasiswa melaksanakan KKN. Selain itujuga di Nusa Tengara Barat (NTB). "Dan  sampai sekarang yang favorit untuk KKN mandiri itu ya Sabah sama NTB. Dua lokasi ini masih sangat favorit bagi mahasiswa," jelasnya.

Meski diakui, mahasiswa terkadang menggunakan lokasi KKN sebagai ajang wisata. Namun Unit Pelaksana KKN LPPM UNS Solo, tetap melakukan pengawasan terhadap program kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa.

Ketua LPPM UNS Solo, Prof. Sulistyo Saputro Msi, PhD menambahkan, periode Januari-Februari 2019, mahasiswa yang ber KKN di Kinabalu Sabah Malaysia sebanyak 19 orang. Sementara NTB sebanyak 99 orang, dari total 1.756 mahasiswa yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia baik di Jawa maupun Luar Jawa.

Sementara 97 mahasiswa KKN di Kecamatan Karanganyar Kabupaten Ngawi Jawa Timur, telah berhasil melaksanakan sejumlah Program. Di antaranya pembuatan pupuk kompos  dengan campuran setesah daun jati, Tata Kelola Desa Berbasis Kuliner.

Selain itu, tata Kelola Hutan dan ekonomi Kreatif. Pondok belajar dan sejumlah Program lainnya yang memanfaatkan jagung sebagai salah satu potensi andalan Kecamatan terbaru di Kabupaten Ngawi tersebut.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00