• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Hukum & HAM

Wujudkan Resolusi 2020, Lapas Kediri Gelar 'Media Gathering Kolaborasi'

27 February
19:28 2020
1 Votes (5)

KBRN, Kediri: Untuk mewujudkan Resolusi Pemasyarakatan Tahun 2020, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 2A Kediri menggelar agenda 'Media Gathering Kolaborasi, Dukung Resolusi Pemasyarakatan'. Acara yang dikemas dalam bentuk Video Conference secara serentak, turut dihadiri Dirjen Pemasyarakatan, seluruh UPT, dan rekan media di Indonesia. Kegiatan ini juga sekaligus dalam rangka memperingati Hari Pers Tahun 2020.

"Media gathering ini bertujuan, untuk mengadakan silaturahmi dan kolaborasi antara pemasyarakatan dengan awak media," kata Kepala Lapas 2A Kediri, Kusmanto Eko Putro, saat menggelar Media Gathering Kolaborasi, Dukung Resolusi Pemasyarakatan' Tahun 2020, di Lapas 2A Kediri, Kamis (27/2/2020).

Kusmanto Eko menyebutkan, agenda ini dihadirkan, misalnya berkaitan dengan perluasan informasi, tentang apa yang telah dilakukan oleh pemasyarakatan kepada warga binaan. Hal paling utama, dalam menghadapi dinamika kehidupan yang semakin hari sangat luar biasa.

"Dengan ini, maka dibutuhkan silaturahmi dan kolaborasi antara Pemasyarakatan dengan media," katanya.

Selain itu, tambah Kusmanto Eko, hal yang paling mendasar sekarang, adalah berkaitan dengan revitalisasi pemasyarakatan. Langkah ini dapat diartikan, bahwasanya pelaksanaan pembinaan di dalam lapas itu tidak semata-mata begitu saja, tapi diadakan secara bertahap.

"Seperti mewujudkan revitalisasi pemasyarakatan bagi warga binaan, yang dimulai dari penahanan kita sudah melakukan Assesment," katanya.

Kemudian, dengan adanya program Assesment seperti itu, sudah bisa dirasakan dampaknya bagi warga binaan. Contoh, dengan Assesment itu bisa diketahui apa masalah yang dialami oleh anak, dan  sehingga pada saat kembali ke masyarakat, dia bisa tetap menjadi warga yang baik.

Di sisi lain, terkait dengan kondisi Lapas Kelas 2A Kediri, hingga pagi ini ada sebanyak 812 orang, sedangkan daya tampungnya mencapai 325 orang, sehingga inilah yang dinamakan over kapasitas sudah 300 persen.

"Untuk menyikapi itu, kami ada dua sisi pendekatan, yakni dari sisi pembinaan dan sisi keamanan. Jadi, bagaimana assessment kita jalankan sehingga masa pidana sesudah mereka menjalani dua pertiga dari masa pidana, mereka bisa menjalani masa di luar penjara, baik melalui Program PB dan CB," katanya.

Pada video conference tersebut, Dirjen Pemasyarakatan, Sri Puguh Budi Utami, menyampaikan, tentang capaian Resolusi Pemasyarakatan Tahun 2020 dan realisasi pada tahun 2019.

"Kasus terbanyak, berdasarkan data Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) per tanggal 26 Februari 2020, adalah kasus narkoba baik pengedar dan pengguna. Sementara itu, jumlah napi 203.954 orang dan tahanan 64.252 orang, sehingga total 268.206 orang," katanya.

Mengenai acara hari ini, lanjut Sri, hal itu sengaja dihadirkan untuk meningkatkan kualitas layanan di lingkungan Pemasyarakatan. Bahkan, juga digelar seiring adanya Hari Pers Tahun 2020 sehingga diharapkan insan media maupun motivator yang ikut diundang di agenda tersebut bisa memberikan masukan guna mendukung Resolusi Pemasyarakatan Tahun 2020.

"Untuk resolusi tahun 2020, di antaranya kami berupaya mewujudkan pembangunan Zona Integritas menuju WBK WBBM di 681 Satker Pemasyarakatan. Selain itu, menghantarkan 48 narapidana teroris berikrar kepada NKRI," katanya. (ac)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00