• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kesehatan

Dokter Gigi Berisiko Tertular Virus Termasuk Corona

27 February
19:14 2020
0 Votes (0)

KBRN, Surabaya : Virus Corona atau covid 19 menjadi kewaspadaan berbagai negara tidak terkecuali Indonesia. Bahkan berbagai study terkait itu juga dilakukan termasuk salah satunya oleh pakar kedokteran gigi.

Dalam forum Temu Ilmiah Nasional-International (Timnas) ke 8, Kamis (27/2), peran Kedokteran Gigi dinilai rawan dan berisiko tinggi terhadap penularan virus tersebut dan penyakit menular lainnya.

Menurut Dekan Fakultas  Kedokteran Gigi Universitas Airlangga (Unair), Dr R Darmawan Soetijanto, drg., M.Kes menuturkan jika dokter gigi berisiko tinggi tertular penyakit. Hal ini karena, ketika ada pasien dokter gigi hanya melihat persoalan gigi dan mulut. Sementara untuk penyakit lainnya tidak bisa terdeteksi.

”Karena penularan virus (covid-19) ini cepat.  Bagi dokter gigi yang berkontak langsung bukan hanya tertular melalui ludah yang muncrat tapi juga saya menyemprotkan air saat perawatan gigi ini lebih berbahaya,” ujar dia.

Kendati begitu, dikatakan Darmawan, jika pihaknya sejauh ini cukup berpengalaman dalam menangani penyakit menular seperti hepatitis dan HIV-AIDS. Karena dalam prroses sterilisasi pihaknya selalu menggunakan autoklaf. Meskipun demikian, pihaknya mengatakan jika dokter gigi harus berhati-hati karena adanya penyebaran covid-19 yang sangat cepat dan luas, meskipun di Indonesia sendiri, virus belum terdeteksi.

”Dalam forum (Timnas 8) ini kami menyerukan agar seluruh alumni perduli dan waspada dalam pencegahan penularan virus atau penyakit lainnya termasuk menjaga keselamatan pasien dan dokter gigi,” terang dia.

Sementara itu, Tim Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) Departemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi RSUD Dr Soetomo Surabaya, Arief Bakhtiar, dr., Sp.P(K), FAPSR menambahkan untuk menjaga kewaspadaan profesi kedokteran gigi agar tidak tertular virus atau penyakit menular, salah satu nya adalah setting ruang dokter yang rata-rata tertutup. Terlebih, dokter gigi berhadapan langsung dengan mulut pasien.

”Seperti yang kita tahu dari mulut pasien ini bisa terjadi penularan secara airborne (lewat udara), droplet (percikan) atau bahkan kontak. Artinya dokter gigi sangat rentan tertular penyakit dari saluran nafas ataupun daerah sekitar rongga mulut,” jabarnya.

Karena itu, kewaspadaan bisa dilakukan dengan pengedalian secara administrative, pengendalian lingkungan dan perlindungan dengan menggunakan APD (apat pelindung diri). Termasuk juga mendeteksi klinis dengan bertanya kepada pasien soal riwayat penyakit.

”Dalam prinsip pengendalian lingkungan  untuk penyakit menular ini ada prinsip delusi (pengenceran udara), prinsip filtrasi dan prinsip desinfeksi,” jelas dia.

Terkait prinsip-prinsip delusi dalam penularan airborne, kata dia, bisa menggunakan penataan udara. ”Jadi jangan sampai udara tertutup. Harus ada serkulasi udara bisa disiasati juga menggunakan kipas angin. Sebab, dengan adanya delusi ini konsentrasi kuman atau virus menjadi lebih sedikit dan encer sehingga sulit untuk tumbuh,” tandasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00