• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Umum

Hoax Penculikan Anak, Pemkot Surabaya Ajak Masyarakat Waspada dan Selalu Cek Informasi

17 February
15:09 2020
1 Votes (5)

KBRN, Surabaya: Berita penculikan anak akhir-akhir sangat meresahkan masyarakat menyusul banyaknya informasi yang berseliweran di media sosial (medsos) facebook dan grup-grup whatsApp. Misalnya di Kabupaten Gresik, kabar penculikan anak yang sudah dipastikan hoax oleh pihak kepolisian tersebut seakan terjadi di beberapa desa. Di antara kabar hoax penculikan anak yang gagal telah menghebohkan warga di Gresik Selatan. Seperti di Kecamatan Cerme, Benjeng dan Balongpanggang.

Tidak hanya di Gresik,  Hoax juga disebutkan terjadi di Kota Surabaya. Beredar sebuah postingan di media sosial yang memberikan informasi bahwa terjadi penculikan anak. Salah satu pelakunya disebutkan ditangkap dan diamankan di Polsek Tegalsari, Surabaya. Ternyata, kabar itu hoax alias berita bohong.  Pihak kepolisian Tegalsari tidak pernah menerima laporan dan penangkapan atas kasus penculikan anak.

Diakui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya Muhammad Fikser, Senin, (17/2/2020), berita bohong penculikan anak membuat resah masyarakat karena khawatir selain itu kabar bohong itu juga dikhawatirkan berdampak pada aksi main hakim warga. 

Menurut Fikser, mengantisipasi maraknya Hoax dan juga hal-hal yang tidak diinginkan maka Pemkot Surabaya sudah mengeluarkan surat edaran ke sekolah-sekolah, kecamatan, RT dan RW. Pemkot juga menghimbau kepada masyarakat agar waspada dan tidak gampang termakan isu tidak benar. 

"Kemarin kan sudah ada klarifikasi dari Polsek Tegalsari bahwa isu itu tidak benar. Tapi yang pasti Pemerintah Kota sudah mengeluarkan surat edaran kepada Camat, Lurah, RT RW, terkait dengan antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Karena ini sudah menjadi perhatian semua, makanya pengawasan masyarakat itu yang penting. Pemkot sendiri di setiap sekolah sudah terpasang CCTV untuk memantau pergerakan dan sesuatu yang mencurigakan agar segera ditindaklanjuti."jelasnya.

Ia mengajak masyarakat untuk selalu mengklarifikasi dan mencari kebenaran terhadap informasi yang didapatnya baik melalui whats app, facebook, maupun media sosial lainnya, agar tidak menjadi korban hoax dan justru melakukan hal-hal yang merugikan.

"Kita lebih pada menjaga antisipasi ya, terus Kita juga minta masyarakat untuk melakukan klarifikasi kalau mendapat informasi, selalu melakukan cek klarifikasi benar tidak, agar masyarakat apa ya justru itu menjadi masalah."ungkapnya. 

Kabar hoax tentang penculikan anak juga sempat terjadi di Bangil, Kabupaten Pasuruan. Faktanya, bayi yang dikabarkan menjadi korban penculikan oleh ibunya sendiri telah digadaikan kepada seseorang untuk jaminan utang. Berita tentang penculikan anak di Sidoarjo pun dipastikan hoax. Informasi yang menyajikan video CCTV terkait kabar percobaan penculikan terhadap siswi sekolah dasar, telah dinyatakan oleh pihak kepolisian setempat tidak benar.

Di Kabupaten Lamongan, juga dinyatakan sebagai berita hoax. Kabar penculikan anak di Desa Kranji, Paciran, Lamongan adalah tidak benar. Kejadian sebenarnya di Kranji Bekasi Barat, bukan Desa Kranji, Paciran, Lamongan. Termasuk peristiwa percobaan penculikan anak di Desa Gembong, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan pun merupakan kabar bohong. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00