• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sosial

Bukan Hal Baru, Praktik Premanisme dan Penarikan Retribusi Liar di Pasar Rakyat

14 February
14:35 2020
3 Votes (4)

KBRN, Surabaya : Praktik premanisme diduga sudah bertahun-tahun terjadi di pasar rakyat khususnya di Pasar Porong, Sidoarjo. Aneka pungutan mendera mereka. Mulai dari uang keamanan, uang bongkar dagangan, dan kuli panggul yang meminta uang 50 ribu hingga 100 ribu untuk para pedagang baru jika ingin mendapatkan tempat berjualan.

Hal ini cukup membuat resah para pedagang. Para kuli panggul yang seakan menjadi penguasa di area pedagang.  Secara tidak langsung berimbas kepada harga dagang dan Ongkos pedagang meningkat. Dari ratusan lapak tak sedikit pedagang dari luar yang ingin mendapatkan tempat di pasar Porong hal ini dimanfaatkan para kuli panggul untuk mendapatkan pundi uang yang berkedok jasa penyediaan tempat dengan penyerobotan lapak pedagang yang sudah bertahun tahun ditempatinya.

Salah satu pedagang berinisial (A) mengatakan, bahkan ada beberapa pedagang yang sudah tidak berjualan karena tempatnya sudah di isi oleh pedagang luar. "Kalok seperti ini terus para pedagang bisa bangkrut. datang telat sedikit tempat sudah ditempati pedagang luar dan diatur oleh kuli panggul," ucapnya saat di konfirmasi RRI, Jum'at (14/2).

Sementara Kabid Dinas pengelolaan pasar Sidoarjo Nawari saat di konfirmasi mengatakan, para pedagang yang berjualan di area loadingdok ini memang secara regulasi tidak mempunyai hak dalam penempatan selamanya. Database registrasi para pedagang lama hanya menjadi tolak ukur penarikan retribusi. Tarif retribusi sendiri juga menjadi pertanyaan bagi sebagian pedagang pasalnya karcis retribusi yang bertuliskan Rp 2.000, untuk aktivitas para pedagang perharinya ditarik dengan nilai Rp 7.000 dengan diberi karcis tiga hingga empat lembar untuk semua pedagang . Tarif ini berdasarkan PERBUP no 22 tahun 2017 tentang retribusi pelayanan pasar yang bertuliskan untuk aktivitas perhari para pedagang senilai Rp 2.000/1.500 dan melihat besar kecilnya tempat usaha.

Nawari juga mengatakan, dirinya menyadari untuk praktik premanisme dipasar porong. Adanya oknum yang menguati para kuli panggul, menjadi hal yang membuatnya sulit untuk melakukan penindakan. Nawari berjanji akan segera melakukan pendalaman untuk menertibkan praktik premanisme di pasar Porong.(jf)

  • Tentang Penulis

    Januar Fahmi

    Kontributor RRI Surabaya

  • Tentang Editor

    Rio Putera Perdhana

    Admin Website-Media Sosial RRI Surabaya / website.rrisby@gmail.com

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00