• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Umum

Pendekatan Keluarga, Cara BKKBN Intervensi Mobilitas Penduduk

8 February
05:00 2020

KBRN, Surabaya : Mengatur kuantitas dan kualitas mobilitas penduduk, menjadi tugas berat yang diemban Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), tak terkecuali di Jawa Timur.

Menggunakan pendekatan keluarga, menjadi salah satu untuk mengintervensi kuantitas dan kualitas mobilitas penduduk tersebut. Hal itu disampaikan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Jumat (7/2/2020).

"BKKBN mendata keluarga, maka intervensinya itu, menurut saya itu bisa lebih mendekati, ketelitian presisinya bisa lebih tinggi," ujarnya.

Dikatakannya usai melantik Sukaryo Teguh Santoso sebagai Kepala Kanwil BKKBN Jatim, Khofifah mengatakan, di Indonesia termasuk Jawa Timur masih banyak yang menggunakan format Extended Family.

"Satu rumah tangga tapi banyak keluarga atau lebih dari satu keluarga," tambahnya.

Khofifah mencontohkan, ada satu rumah dihuni oleh 3 keluarga, kalau satu terima KKS (Kartu Keluarga Sejahtera) masing-masing harus terima KKS. Kemudian bila anak-anak mereka terima KIP (Kartu Indonesia Pintar), semua juga harus terima KIP.

"Anak-anak mereka terima atau keluarga punya KIS (Kartu Indonesia Sehat), mereka juga dapat KIS. Wong mereka itu sama-sama terbatasnya," terangnya.

Jadi, kata Khofifah, kalau Pemprov ingin memberikan equal treatment, ya seluruh penghuni dalam satu rumah tangga tersebut, harus dapat treatment yang sama.

"Nah itu berarti basis pendekatannya keluarga, nanti data BKKBN data anu kok beda, karena memang beda pendekatan," tandasnya.

00:00:00 / 00:00:00