• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Hukum & HAM

Meutya Hafidz ,Anak-Anak WNI eks ISIS Memungkinkan Kembali ke Indonesia

6 February
22:24 2020
1 Votes (5)

KBRN Surabaya : Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafidz, merespons wacana pemerintah untuk memulangkan dan menampung 600 lebih WNI eks-ISIS kembali ke Indonesia.

Meutya mengatakan pemerintah pernah melakukan pemulangan WNI dari suriah dan kalau saat ini pemerintah berencana melakukannya lagi maka perlu pengkajian lebih lanjut.

"Kita pernah melakukan pemulangan terhadap warga negara kita yang ada di Suriah jadi memang pernah dilakukan, namun Apakah perlu dilakukan lagi atau tidak Itu yang harus kita lihat dari Kalau Saya rasa memang tidak perlu tapi ada warga negara kita yang berangkat ke Suriah tidak paham secara ideologi bukan mengikuti ISIS tapi ikut terbawa ke sana misalnya anak-anak yang di bawah 10 tahun itu cukup banyak ibu-ibu yang hamil"

Menurutnya selama mereka tidak terpapar penuh oleh ideologi ISIS masih memungkinkan negara bisa memulangkan mereka dengan catatan harus dilakukan pembinaan dan observasi yang cukup panjang

"selama mereka belum terpapar penuh mungkin dikembalikan itupun dengan karantina dan proses yang lebih panjang karena harus diobservasi terlebih dahulu prinsipnya memang memungkinkan bagi negara untuk menerima kembali masuk Tapi tentu harus dilihat apa ya keuntungan manfaat dan mudharat nya seperti apa"

Selain itu Meutya berpendapat jika membiarkan anak-anak ini terlunta-lunta, maka khawatir akan muncul bibit-bibit terorisme dan dendam baru ketika mereka dewasa.

"jangan kita justru membiarkan anak-anak bisa melahirkan generasi radikal yang baru selama anak-anaknya itu belum terpapar radikalisme dan terorisme di sana dan kita lihat bisa di kembalikan pemikirannya kita masih terbuka untuk menerima terutama anak-anak yang masih sangat kecil usianya yang belum bisa berpikir secara independen dan masih mengikuti orang tuanya kita juga perlu memikirkan mereka "pungkasnya

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00