• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Umum

KPI Luncurkan Gerakan Literasi Sejuta Pemirsa

6 February
19:58 2020
0 Votes (0)

KBRN Surabaya.Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) meresmikan Gerakan Literasi Sejuta Pemirsa (GLSP) di Aula Lt. 11 Gedung Rektorat Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Kampus Lidah Kulon, Surabaya, Kamis (6/2/2020).
Peresmian yang dilakukan Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafidz ini lewat kegiatan seminar literasi media.
Tujuannya untuk menguatkan hak publik atas pengawasan dan peningkatan kualitas siaran televisi dan radio.
Kegiatan gerakan literasi ini dihadiri peserta dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, dosen, dinas pendidikan, perwakilan ormas, media, hingga pemerhati media.

Ketua Komisi I DPR RI, Meutya Hafidz mengatakan, kemajuan teknologi informasi termasuk teknologi penyiaran harus dibarengi dengan pendidikan atau literasi di dalamnya, sehingga industri penyiaran dapat bertahan.
"Kreativitas dan berkualitas menjadi kunci utama bagi industri penyiaran untuk bertahan. Jika melihat sosial media memang mereka menghibur akan tetapi dari segi kualitas, misalnya informasi yang beredar belum terverifikasi dengan benar," kata Meutya Hafidz.
Sementara itu Komisioner KPI Pusat Bidang Kelembagaan, Nuning Rodiyah mengatakan, gerakan ini bertujuan mengajak pemirsa untuk lebih kritis menanggapi pesan media melalui televisi dan radio.
"Apa yang disampaikan oleh media itu tidaklah bebas nilai. Masyarakat harus punya keterampilan dalam mengkonsumsi media, sehingga tidak mudah dipengaruhi jika muatan media yang hadir tidak sesuai dengan norma yang ada di tengah masyarakat," kata Nuning.

Rektor Universitas Negeri Surabaya (UNESA)Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes, dalam sambutannya menghaturkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Unesa sebagai titik awal gerakan ini. Ia menyambut dengan tangan terbuka dan berkomitmen mendukung semua gerakan yang berdampak baik bagi masyarakat. Terkait acara ini, Nurhasan berharap media dapat menjalankan peran mengedukasi masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini bisa membantu masyarakat untuk lebih cerdas menyikapi informasi negatif serta lebih siap mengantisipasi hoax”, terangnya

Nurhasan juga berharap media mampu menjalankan peran pelestarian budaya. Apalagi dengan kemudahan masuknya budaya-budaya asing.

Gerakan ini akan berlangsung di 10 kota di Indonesia, yaitu Surabaya, Jogjakarta, Solo, Manado, Medan, Kebumen, Sorong, Mamuju, dan Aceh.

Kegiatan GLSP di Unesa diisi seminar dan workshop sekolah Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS). 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00