• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Politik & Pemerintahan

Seknas Jokowi Tolak Rencana Menag Pulangkan WNI Kombatan ISIS

4 February
19:08 2020
1 Votes (5)

KBRN, Surabaya : Pernyataan Menteri agama Republik Indonesia Jendral (Purn) Fahrul Razi soal memulangkan 600 warga Negara Indonesia yang tergabung didalam kelompok teroris Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) memunculkan reaksi.

Bahkan Dewan Pimpinan Wilayah Seknas Jokowi Provinsi Jawa Timur menyebut apa yang diwacanakan Menag bertolak belakang dengan UU 1945.

"Didalam UUD 1945 dan UU No.12/2006 tentang Kewarganegaraan RI pasal 23 jelas disebutkan bahwa WNI yang bergabung didalam kegiatan militer negara lain, maka secara otomatis ia akan kehilangan kewarganegaraannya, jadi sangatlah jelas para eks kombatan ISIS tersebut adalah bukan WNI lagi," ungkap Sapto Raharjanto Ketua DPW Seknas Jokowi Jatim dalam pres rilis di terima RRI, Selasa (4/2/2020).

Menurut Sapto apa yang diutarakan Menteri Agama justru menimbulkan keresahan dan kegaduhan di Indonesia, dimana sampai saat ini problem intoleransi dan radikalisme masih menjadi PR besar dari pemerintahan Presiden Joko Widodo.

"Karena kejadian-kejadian yang mengarah kepada intoleransi dan radikalisme masih banyak terjadi di Indonesia, dengan memulangkan 600 WNI eks anggota ISIS ini menurut kami justru akan membuka pintu lebar semakin tersebarnya paham intoleransi dan radikalisme di Indonesia," terangnya.

Terkait hal itu Seknas kata Sapto mendesak kepada Presiden RI Ir. Joko Widodo untuk membatalkan rencana dari menteri agama untuk melakukan pemulangan kepada 600 WNI eks anggota ISIS.

Selain itu Seknas Jokowi juga mengajak kepada seluruh elemen bangsa Indonesia  untuk bersama sama menyuarakan bahwa jangan lagi NKRI dan Pancasila dinodai oleh paham radikalisme dan Intoleransi.

"Dengan wacana dipulangkannya 600 WNI eks anggota ISIS ini akan semakin membuka masuknya paham radikalisme dan intoleransi di Indonesia," pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00