• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Umum

Sampah Popok Jadi PR Bersama di Jawa Timur

24 January
12:18 2020
1 Votes (5)

KBRN, Surabaya: Permasalahan sampah popok bayi di Jawa Timur disebut menjadi pekerjaan rumah yang serius dihadapi provinsi tersebut. Lantaran jumlah sampah popok bayi mencapai 2,4 juta per hari. Menyikapi hal tersebut, Komunitas Nol Sampah mengajak masyarakat agar tidak menggunakan popok sekali pakai dan tidak membuang sampah popok ke sungai. 

Hani Ismail dari Komunitas Nol Sampah menyebut, anggapan masyarakat terkait membuang sampah popok harus di sungai perlu diluruskan dengan edukasi dan sosialisasi.

“Kalau buang sampah popok bayi di sungai agar bayi tidak ‘suleten’ dalam tradisi lokal. Biar adem, gitu kepercayaannya. Ini yang harus diluruskan. Mesti ada sosialisasi dan edukasi. Sungai itu sumber air, tidak boleh dicemari," katanya, Jumat, (24/1/2020).

Diungkapkan, dampak penggunaan popok sekali pakai selain dari sisi ekonomi dan kesehatan juga berdampak buruk bagi lingkungan.

"Coba Kita hitung aja, satu hari paling tidak orangtua membutuhkan lima popok sekali pakai untuk anaknya. Bayangkan kalau itu anaknya pakai selama dua tahun. Betapa mahalnya hanya untuk membeli popok sekali pakai. Dari sisi kesehatan, popok hanya bisa dipakai maksimal tiga jam, jadi jika sudah pipis sekali itu harus dibuang atau diganti. Karena itu sangat berdampak pada anak, untuk bayi perempuan itu ternyata bisa mengakibatkan masuknya kuman, sedangkan untuk bayi laki-laki juga beresiko kemandulan."ujarnya.

Hani berharap, ada juga tanggungjawab dari produsen terhadap produknya agar ramah lingkungan.

"Ini ada keterikatan antara prilaku konsumen dan produsen itu sendiri. Produsen juga harus bertanggungjawab terhadap apa yang diproduksinya." tegas Hani Ismail.

Sementara itu, produsen pembalut dan popok, PT Softex Indonesia sedang menyiapkan program daur ulang popok bekas di pabrik Sidoarjo, Jawa Timur. Program sustainability ini, ditargetkan bisa segera terwujud pada tahun ini. Saat ini rencana mewujudukan program untuk mendaur ulang popok bekas pakai menjadi sesuatu yang fungsional dan bernilai di pabrik Sidoarjo sedang disiapkan sebagaimana yang sudah dilakukan di Tangerang dan Bandung.

Head of Talenta Acquisition Learning and Reward PT Softex Indonesia, M Zaenal Abidin menambahkan, pihaknya merencanakan program daur ulang popok bekas pakai itu sudah bisa dilaksanakan mulai tahun ini. 

" Program pengolahan limbah popok bekas di Tangerang dan Bandung berkerja sama dengan sejumlah pihak, termasuk dengan bank sampah yang membantu mengumpulkan limbah popok bekas. Untuk Surabaya diharapkan tahun ini sudah ada partner bank sampah yang mau bekerja sama dengan Softex Indonesia. Saat ini Kita masih proses assesment, terkait juga bagaimana nanti proses pengumpulan sampah popoknya, bank sampah mana yang bersedia bekerjasama." jelasnya

Zaenal menambahkan, sebagai produsen popok terbesar di Indonesia Pihaknya memiliki tanggungjawab dalam menjaga lingkungan. Terlebih sampah popok masih menjadi persoalan termasuk di Jawa Timur. Diakui, hasil produksi popok dari 7 mesin produksi di Sidoarjo saja mampu menghasilkan 105 juta lembar popok setiap harinya. Melalui Program Sustainability daur ulang popok bekas diharapkan mampu menekan sampah popok.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00