• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Softex Indonesia Targetkan kinerjanya Konsisten Tumbuh Double Digit

23 January
15:14 2020
1 Votes (5)

KBRN, Surabaya: PT Softex Indonesia sebagai salah satu produsen pembalut dan popok terbesar di Indonesia berkomitmen untuk menghasilkan produk bermutu, tanpa cacat dan higienis dengan harga bersaing, serta mematuhi peraturan yang berlaku. 

Perusahaan yang terkenal dengan produk Sweety, Happy Nappy, Confidence, Softex, dan Softies ini juga melakukan perbaikan berkelanjutan untuk mempertahankan kepuasan dan kesetiaan pelanggan. Direktur Utama PT. Softex Indonesia Hendra Setiawan menjelaskan, Softex Indonesia mulai memproduksi dan memasarkan produk-produk pembalut wanita pertama di Indonesia pada tahun 1976. 

"Sejak itu, perseroan berkembang menjadi perusahaan consumer goods terkemuka di Indonesia."ungkap Hendra Setiawan, saat kegiatan Plant Visit Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis, (23/1/2020).

Selama bertahun-tahun, lanjutnya, perseroan telah mengembangkan lini produknya menjadi tiga kategori, yaitu Perawatan Bayi, Perawatan Feminin, dan Perawatan Dewasa. 

"Merek-merek dari produk perseroan secara konsisten telah memenangkan banyak penghargaan bergengsi."jelasnya. 

Sementara itu, Benydictus Hindrawan, Plant Manager Sidoarjo menambahkan, demi memenuhi kebutuhan pelanggan, perseroan didukung oleh beberapa fasilitas produksi, salah satunya adalah pabrik yang berlokasi di Sidoarjo, Jawa Timur. 

"Pabrik di Sidoarjo tersebut memiliki area produksi seluas 18.552 per meter persegi, dengan standar keselamatan yang lengkap dan teruji." jelasnya.

Sedangkan infrastruktur menempati Iahan seluas 11.051 per meter persegi. Dengan demikian, total area pabrik mencapai 29.603 per meter persegi. Adapun Sidoarjo Plant memiliki kapasitas 7 mesin produksi. 

Selain pabrik di Sidoarjo, selama ini Softex Indonesia juga memiliki pabrik di Tangerang, Banten. 

"Kedua pabrik tersebut telah beroperasi secara optimal. Permintaan pasar terhadap produk perseroan tetap tinggi setiap tahun. Produksi Kita 90 persennya memenuhi permintaan Indonesia Timur sedangkan 10 persen untuk ekspor."Ungkapnya.

Karena itu, selain memanfaatkan pabrik yang sudah ada, perseroan kini dalam tahap penyelesaian pembangunan pabrik baru di Karawang, Jawa Barat yang ditargetkan beroperasi secara penuh pada kuartal Ill 2020. 

Pabrik di Karawang menempati Iahan seluas 12 hektare (ha) dan menerapkan teknologi terbaru dalam bentuk sistem penyimpanan dan pengambilan otomatis (Automated Storage and Retrieval Systems/ASRS). 

Program Sustainability 

Sebagai salah satu produsen pembalut dan popok di Indonesia, PT Softex Indonesia berkomitmen mendaur ulang popok bekas pakai menjadi sesuatu yang fungsional dan bernilai. Popok bayi bekas akan diolah menjadi pokbrick (batu bata dari bahan popok bekas) dan minyak bakar sebagai substitusi minyak tanah.

"Softex Indonesia berkomitmen mendukung program sustainability, salah satunya mela|ui program kerja sama untuk mendaur ulang popok bekas pakai menjadi sesuatu yang fungsional dan bernilai."kata M. Zainal Abidin, Head of Talent Aquisition Learning and Reward PT. Softex Indonesia.

Ia menjelaskan, program sustainability terkini yang dijalankan Softex Indonesia di Bandung, Jawa Barat pada 16 Januari 2020 lalu adalah program daur ulang popok bekas pakai menggunakan mesin hidrotermal yang ramah lingkungan atau tanpa metode pembakaran. Proses pengolahan ini menghasilkan pokbrick (batu bata dari bahan popok bekas) dan minyak bakar. 

"Dengan menggunakan mesin hidrotermal yang ramah lingkungan atau tanpa metode pembakaran, popok bekas tersebut diproses menjadi fiber dan plastik terlebih dahulu. Kemudian, fiberdiolah menjadi pokbrick. Sedangkan plastik diolah lagi di mesin pyrolysis menjadi minyak bakar."jelasnya.

Program sustainability di Bandung, Jawa Barat itu merupakan bentuk nyata dari kontribusi Softex Indonesia kepada masyarakat dan lingkungan dalam mengurangi limbah popok. Program ini merupakan program Ianjutan dari program sustainability sebelumnya yang sudah dijalankan di Tangerang dan diresmikan pada tanggal 8 Oktober 2019. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00