• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Masyarakat Antusias Tukar Uang Koin di BI Surabaya

19 January
10:50 2020
1 Votes (5)

KBRN, Surabaya: Bank Indonesia (BI) Jatim membuka penukaran uang logam di dalam festival bertajuk "Peduli Koin Rupiah" di halaman Kantor BI Jatim, Surabaya pada Minggu (19/1/2020).  Bersama 20 perbankan, BI Jatim menyiapkan total Rp. 1.75 Miliar. Jumlah total uang logam yang ditukarkan pada hari ini adalah sebanyak Rp 436,861,800,- dengan nilai penukaran terbesar adalah Rp 16.800.000,- dari SD Dr. Soetomo 5 Surabaya.

Eko Widodo, petugas perpustakaan SDN Manukan Kulon yang datang bersama satu rekannya membawa empat karung uang logam berbagai pecahan. Tidak tanggung-tanggung, total uang koin yang mereka bawa mencapai Rp14 Juta. 

"Ini adalah uang logam yang dikumpulkan dari uang tabungan para siswa. Sekolah memang sengaja mengumpulkan dan menukarkan uang tabungan siswa secara kolektif setelah mendapat imbauan dari Dinas Pendidikan Surabaya."jelas Eko Widodo.

Dalam kesempatan itu, Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak menyambut baik layanan penukaran uang koin oleh BI sebab itu berdampak pada perturaran uang dan ekonomi.

"Dengan adanya kegiatan ini, orang diajak untuk menghargai uang koin. Selama ini masyarakat belum peduli. Koinnya ditaruh dimana-mana."ujar Wagub.

Sementara itu, Indah Kurnia, Anggota DPR RI Komisi XI, menegaskan, sering ditemui gerai atau toko yang masih memberikan kembalian berupa permen. Padahal uang koin masih bisa digunakan sebagai kembalian.

"Nah dengan adanya dua sistem pembayaran dari BI seperti e money, QRIS, atau uang koin bisa memudahkan pembayaran kembalian. Masyrakat juga sebaiknya menolak jika diberi kembalian permen. Saya apresiasi kegiatan di Surabaya ini, apalagi jika bisa dilakukan di seluruh Indonesia. Rupiah itu sekecil apapun bermanfaat."ungkap Indah Kurnia.

Hal serupa disampaikan Kepala OJK Regional IV Jawa Timur Heru Cahyono. Menurutnya kegiatan peduli koin sangat bermanfaat bagi masyarakat.

"Saya sih sangat apresiasi, apalagi selama ini masyarakat melihat uang receh tidak penting. Dengan kegiatan ini bisa meningkatkan daya beli masyarakat. Ada yang tadi bisa beli barang."jelas Heru Cahyono.

Sebelumnya Difi A. Johansyah, Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur mengatakan uang logam itu kecil nilainya, besar manfaatnya.

Dituturkan oleh Difi, pecahan uang logam seringkali terlupakan karena nilainya yang kecil, padahal jika uang logam tersebut dikumpulkan, maka akan memiliki nilai dan manfaat yang besar.

“Kecenderungannya, masyarakat saat ini lebih suka menyimpan uang logam di rumah, sehingga uang logam tidak berputar di masyarakat ataupun kembali ke Bank Indonesia. Padahal, kebutuhan terhadap uang logam cukup besar,” tutur Difi.

Berdasarkan data BI, sepanjang 2017-2019, hanya ada 1,74 persen dari uang logam yang diedarkan yang kembali ke Kantor BI perwakilan Jatim. Sementara outflow uang logam yang keluar dari BI Jatim sebesar Rp125.506 miliar. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00