• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kriminal

Sekdes Desa Pesing Klarifikasi Kasus Penggelapan Mobil ASN Pemkab Kediri

19 January
08:05 2020
1 Votes (5)

RRI, Kediri: Sekretaris Desa (Sekdes) Desa Pesing, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri, Hendra Dwi Cahyono, melakukan klarifikasi atas kasus dugaan penipuan dan penggelapan mobil milik ASN Pemkab Kediri, bernama Moh. Mutho'in.

Upaya itu digelar, karena dalam permasalahan tersebut, nama Hendra Dwi Cahyono telah dilaporkan oleh Moh. Mutho'in bersama Tim Kuasa Hukumnya, ke pihak Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Kediri Kota, pada Jumat (17/1/2020).

"Saya dan Moh. Mutho'in ini teman ya, dan sudah seperti saudara. Bahkan ia seringkali curhat ke saya," kata Hendra Dwi Cahyono, saat memberikan keterangan pers, di Kota Kediri, Minggu (19/1/2020).

Kejadian ini, ungkap Hendra, bermula tatkala Mutho’in berkunjung ke rumahnya. Kemudian, ia mengajak kerja sama persewaan mobil.

"Saat itu, Mutho'in mengatakan, jika ada yang membutuhkan mobil bisa menghubunginya," katanya.

Melalui pertemuan inilah, Hendra menganggap Mutho’in percaya kepadanya. Alhasil, pada saat transaksi rental mobil yang diketahui disewakan kepada seorang warga Desa Pesing, Mutho’in hanya menyuruh menandatangani surat pernyataan saja.

"Kerja sama ini terjadi ya, karena sudah saling percaya dan dianggap seperti saudara," katanya.

Terkait dengan keterlambatan pembayaran biaya sewa mobil ini, Hendra mengaku, akan tanggung jawab. Yang mana, pada saat itu ia sempat mengatakan pembayarannya telat beberapa bulan kepada Mutho’in. Lantas, iapun menggunakan uang sendiri untuk mengganti keterlambatan setoran rental mobil, baik dengan cara tunai maupun transfer.

"Semua bukti pembayaran itu saya simpan, sambil menunggu uang pengganti dari yang menyewa mobil," katanya.

Mengenai pelaporan Mutho'in, saat mendengar hal ini, Hendra sempat terkejut, jika dirinya mendadak dilaporkan ke Polres Kediri Kota.

"Sementara, ada orang yang menyewa kendaraan meminta bantuan saya dan meminjam dana talangan untuk membayar biaya keterlambatan. Lalu, dana ini akan diganti kemudian hari, karena istri si penyewa sedang sakit jantung," katanya.

Perlu diketahui, sebelumnya Moh. Mutho'in bersama Tim Kuasa Hukum telah melaporkan kasus dugaan penipuan dan penggelapan dua unit mobil rental ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Kediri Kota. Pelaporan ini menyangkut nama oknum perangkat desa, berinisial HDC, yang merupakan warga Desa Pesing, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri. Peristiwa ini terjadi karena kerja sama persewaan mobil yang diawali tahun 2017, mengalami keterlambatan pembayaran biaya sewa. (ac)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00