• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kriminal

Tertipu, ASN Pemkab Kediri Laporkan Oknum Perangkat Desa Pesing Ke Polisi

17 January
21:25 2020
1 Votes (5)

RRI, Kediri: Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten Kediri, bernama Mohamad Mutho'in didampingi Tim Kuasa Hukumnya, melaporkan tindakan penipuan dan penggelapan mobil rental, yang diduga dilakukan oknum Perangkat Desa, di Desa Pesing, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri, kepada petugas di Polres Kediri Kota, Jumat (17/1/2020).

"Kami dari Tim Kuasa Hukum Pelapor (Mohamad Mutho'in, red), membuat laporan kepada petugas berwenang. Langkah ini kami tempuh dengan mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Kediri Kota," kata Ketua Tim Kuasa Hukum Pelapor, Imam Mohklas, S.H., M.H, didampingi sejumlah rekan, usai melaporkan kasus dugaan penipuan dan penggelapan mobil rental, di SPKT Polres Kediri Kota, Jumat (17/1/2020).

Menurut Imam, Mohamad Mutho'in, yang merupakan warga Dusun Winongsari Kulon, Desa Bakalan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri memiliki kerja sama sewa-menyewa mobil dengan oknum Perangkat Desa di Desa Pesing, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri, berinisial HDC. Awalnya, hubungan bisnis mobil rental ini dimulai sejak tahun 2017.

"Yang mana, secara total HDC menyewa 4 unit mobil kepada Mohamad Mutho'in. Tapi, yang kita laporkan di sini hanya 2 unit mobil, antara lain 1 unit mobil Xenia warna hitam dan 1 unit mobil Xenia warna silver," tegasnya.

Dari kerja sama inilah, tambah Imam, HDC menyanggupi untuk menyewa kendaraan milik korban dengan masa sewa bulanan. Biaya sewanya, berkisar antara Rp 2 juta hingga Rp 3 juta per bulan.

"Nah, awalnya pada tahun 2017, pembayaran sewanya lancar, tapi, pada tahun 2018 sempat tersendat. Bahkan, sampai dengan bulan Juni 2019 justru tidak ada kejelasan sama sekali dan saat ditanya bagaimana nasib mobil yang disewa, si HDC tidak ada respon," katanya.

Terlebih lagi, imbuh Imam, pada beberapa waktu lalu, HDC juga sempat disomasi secara pribadi oleh kliennya. Akan tetapi, si Terlapor (HDC, red) juga tidak memberikan tanggapan apapun.

Oleh karena itulah, pihak korban bersama Tim Kuasa Hukum langsung mengambil langkah hukum dengan melaporkan perkara tindak pidana penipuan dan penggelapan tersebut kepada aparat kepolisian di lingkup Polres Kediri Kota.

Dari permasalahan tersebut, lanjut Imam, Mohamad Mutho'in diperkirakan mengalami kerugian ratusan juta Rupiah. Lantaran, uang sewa belum dibayar oleh pihak HDC.

"Idealnya, HDC sebagai pihak penyewa kalau mobil yang direntalnya ini habis masa sewanya, ya sudah kembalikan. Tapi ini tidak, justru somasi klien kami tidak direspon dengan baik," katanya. (ac)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00