• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Hukum & HAM

Ditjen Pajak Serahkan Dua Tersangka Pidana ke Kejaksaan Negeri Surabaya

15 January
15:25 2020
1 Votes (5)

KBRN, Surabaya: Dalam rangka penegakan hukum di bidang Perpajakan di Kota Surabaya, Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Jawa Timur l, hari ini, Rabu, (15/1/2020), menyerahkan dua tersangka tindak pidana pajak kepada pihak Kejaksaan Negeri Kota Surabaya.

Menurut Kepala Kanwil DJP Jatim I Eka Sila Kusna, proses ini merupakan lanjutan dari penyidikan yang dilakukan tim penyidik Kanwil DJP Jawa Timur I yang berkoordinasi dengan Korwas Polda Jatim mulai Tahun 2019 silam. Dua Tersangka yang terbukti kuat melakukan tindak pidana pajak tersebut berinisial RF dan TS.

Dikatakan, tersangka RF merupakan Direktur dari PT. RPP dan terbukti dengan sengaja tidak menyetorkan Pajak (Pajak Penambahan Nilai/PPN) yang telah dipungut pada kurun waktu 2011 s.d. 2012 sehingga menimbulkan kerugian pada pendapatan negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39 (1) huruf i Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sekurang-kurangnya sebesar Rp. 3,9 Milyar.

“Modus yang dilakukan, tersangka sudah memungut Pajak Pertambahan Nilai dari konsumen tetapi tidak menyetorkannya ke Negara”. Kata Eka Sila.

Sementara itu, tersangka TS merupakan Direktur Utama dari PT. BKM dan terbukti dengan sengaja menerbitkan Faktur Pajak yang tidak berdasarkan transaksi yang sebenarnya atau menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT) Masa PPN yang isinya tidak benar dan/atau tidak lengkap pada Tahun 2014 sehingga menimbulkan kerugian pada pendapatan negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39A huruf a atau Pasal 39 ayat (1) huruf d Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sekurang-kurangnya sebesar Rp. 1,64 Milyar.

“Modus yang dilakukan, perusahaan tersangka tidak ada kegiatan usaha namun menerbitkan faktur pajak padahal tidak disertai pembelian barang dan tidak ada pembayaran secara riil". Lanjutnya.

Sebelumnya, berkas perkara telah dinyatakan lengkap oleh jaksa penuntut umum Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Kemudian berkas perkara diserahkan kepada pihak Kejaksaan Negeri Surabaya untuk kemudian dilakukan proses penuntutan dan persidangan di pengadilan.

“Berkas perkara sudah lengkap dan per hari ini tersangka kami serahkan kepada pihak berwenang dengan didampingi oleh korwas Polda Jawa Timur untuk dilakukan proses Iebih Ianjut". tambah Eka.

Diharapkan dengan adanya kejadian ini, masyarakat yang telah melakukan kewajiban perpajakan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku menjadi yakin bahwa DJP tidak pandang bulu dalam menegakkan hukum.

Sementara itu, Kejaksaan Tinggi Jawa Timur bersama Kejaksaan Negeri Kota Surabaya telah menyiapkan tim gabungan delapan jaksa penuntut umum yang berkompeten untuk menangani perkara pajak.

Kasi Penuntutan pada Asisten Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Endang Tirtana mengaku juga telah menyiapkan dakwaan kepada Dua Tersangka Pidana Pajak RF dan TS.

"Untuk tersangka RF Surat Perintah Dimulai Penyidikan SPDP pada tanggal 1 Oktober 2019 yang diterima oleh Kejati pada 10 Oktober 2019. Kemudian ditunjuk Jaksa P16 untuk mengikuti perkembangan penyidikan. Pada 23 Desember berkas perkara dinyatakan lengkap P21 dan selanjutnya barang bukti dan tersangka diserahkan pada Kejaksaan Negeri tanggal 15 Januari 2020. Sedangkan untuk tersangka TS, lanjut Tirta, SPDP diterima tanggal 27 Agustus 2019 dan berkas perkara dinyatakan lengkap P21 pada 18 November 2019."Jelas Tirta. 

Ditegaskan, RF yang merupakan Direktur dari PT. RPP dituntut dengan ancaman penjara maksimal 6 tahun dan denda empat kali Pajak yang tidak disetor sesuai Pasal 39 (1) huruf i Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. Tersangka TS, Direktur Utama dari PT. BKM dituntut dengan ancaman penjara maksimal satu tahun dan denda dua kali pajak terutang sesuai Pasal 39A huruf a atau Pasal 39 ayat (1) huruf d Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sekurang-kurangnya sebesar Rp. 1,64 Milyar.

"Dengan telah diserahkannya dua tersangka Pidana ke Kejaksaan Negeri Surabaya, proses selanjutnya Pihak Kejaksaan akan melakukan penelitian terhadap tersangka dan barang bukti."lanjutnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00