• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pemilu

Bawaslu Jatim Libatkan Media Dalam Revisi Metode Pengawasan Pilkada 2020

9 December
14:47 2019
3 Votes (5)

RRI, Surabaya: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Timur melibatkan sejumlah media massa di area kerjanya dalam Rapat Evaluasi Gugus Tugas Pengawasan dan Pemantauan Pemberitaan, Penyiaran dan Iklan Kampanye Pemilu 2019, di Hotel Majapahit Surabaya, 8-10 Desember 2019. Kehadiran para jurnalis ini diharapkan mampu memberikan sumbangan saran demi perbaikan metode pengawasan oleh Bawaslu, terutama menjelang digelarnya Pilkada Serentak di 19 titik di Provinsi Jatim pada tahun 2020.

Menurut Divisi Humas Dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Provinsi Jatim, Nur Elia Anggraeni, melalui pertemuan ini diyakini terjalin sinergi yang baik dengan media massa, sehingga ke depan antara rekan jurnalis dan penyelenggara Pemilu ada kesepahaman bersama tentang aturan Pilkada. Misalnya saja terkait dengan iklan kampanye di media massa, ke depan pemuatan materi iklan tersebut harus sesuai ketentuan yang berlaku.

"Terkait dengan tahapan pemilu tahun depan, ada 19 kabupaten kota yang akan pilkada, artinya kita akan merefleksikan bersama catatan perjalanan selama Pemilu 2019. Acara ini adalah langkah kami menjaring masukan dari teman media, apa saja kekurangan kelebihan dan yang harus dipertahankan, nantinya hal ini akan menjadi modal bagi kami untuk menentukan bagaimana metode pengawasan yang pas pada Pilkada 2020," kata Divisi Humas dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Provinsi Jatim, Nur Elia Anggraeni, saag menjadi Narasumber, pada Rapat Evaluasi Gugus Tugas Pengawasan dan Pemantauan Pemberitaan, Penyiaran dan Iklan Kampanye Pemilu 2019, di Hotel Majapahit Surabaya, Senin (9/12/2019).

Sementara itu, pada kesempatan ini, Bawaslu Jatim juga menguraikan tentang hasil pelanggaran administratif di Pemilu dan Pileg 2019. Misalnya, ada 6 pelanggaran administratif terkait dengan media massa yang ditindak,  karena ada beberapa peserta pemilu dalam hal ini caleg yang beriklan di media massa di luar jadwal yang sudah ditentukan.

"Sebagaimana ketentuan, bahwa masa beriklan di media massa itu diatur 21 sebelum hari tenang. Tapi sebelum waktu ini, sudah ada beberapa peserta Pemilu yang melakukan itu," katanya.

Kemudian, tambah Eli, pelanggaran tersebut ditemukan dan dilaporkan oleh masyarakat, sehingga itu dilakukan penindakan. Ke depan, jika ada temuan di Bawaslu Kabupaten Kota yang itu kemudian dilaporkan ke Provinsi, maka kalau masalahnya administratif,  sidangnya naik satu tingkat.

"Contohnya, jadi kalau yang menemukan Panwascam, dia sidangnya nanti di Bawaslu Kabupaten. Kalau yang menemukan Bawaslu kabupaten, dia sidangnya nanti di Bawaslu Provinsi dan demikian juga seterusnya," katanya.

Sementara itu, hadir di lokasi serupa, Aang Kunaifi, dari Divisi Pengawasan dan Sosialisasi Bawaslu Jatim. Ia mencatat, selama Pemilu 2019 ada ratusan Kasus Dugaan Pidana Pemilu di Jawa Timur. Dari jumlah ini, sebanyak 80 persen di antaranya tidak bisa diproses di Tingkat Gakkumdu.

"Oleh karena itu, acara ini digelar guna merumuskan rekomendasi pada Pilkada Tahun 2020. Misal untuk dugaan Pidana Pemilu, terutama kasus politik uang, maka sesuai arahan Bawaslu RI yang kini tengah menggodok aturan baru, Bawaslu Jatim akan mengarahkan masalah ini pada Sanksi Administratif, daripada Sanksi Pidana. Dengan sanksi ini, diyakini bisa memberikan efek jera bagi kandidat Pilkada mendatang," katanya.

Perlu diketahui, pada acara ini, Bawaslu Provinsi Jatim juga siap memberikan rekomendasi berikutnya, berupa efisiensi jumlah Alat Peraga Kampanye (APK) untuk Pilkada Tahun 2020. Turut hadir di tempat yang sama, Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat KPU Provinsi Jatim, Gogot Cahyo Baskoro, Ketua KPID Provinsi Jatim, Afif Amrullah, Ketua Bawaslu Kota Kediri, Mansur, Perwakilan KPU Kota Kediri, M. Wahyudi, Perwakilan KPU Kabupaten Kediri, Nanang Qosim, Divisi Kehumasan Bawaslu Kabupaten Kediri, Syaifudin, seluruh Bawaslu Kabupaten Kota se-Jatim, KPU Kabupaten Kota se-Jatim, dan jurnalis media radio, online, serta media elektronik se-Jatim. (ac)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00