• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Hukum & HAM

Sidang Putusan Q-Net, Praperadilan PT Amoeba Internasional Ditolak

4 December
20:23 2019
0 Votes (0)

RRI, Kediri: Pasca menggelar Sidang Gugatan Praperadilan dalam beberapa waktu, kini Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Kediri menyatakan resmi menolak permohonan Praperadilan yang diajukan oleh Kuasa Hukum PT Amoeba Internasional, M. Solihin., S.H. Penolakan ini diungkapkan Majelis Hakim saat menggelar Sidang Putusan Kasus Q-Net, di PN Kabupaten Kediri, Rabu (4/12/2019).

Pada agenda ini, Majelis Hakim juga sekaligus memutuskan bahwa tindakan penyidikan dan penggeledahan yang dilakukan Tim Cobra Polres Lumajang di salah satu kantor Pimpinan PT amoeba Internasional (Q-Net) di Kabupaten Kediri, tidak melanggar ketentuan hukum, karena telah mengantongi izin resmi.

Menanggapi hal ini, Kuasa Hukum PT Amoeba Internasional, M. Solihin., S.H, menyatakan, memang benar pengajuan Praperadilan tersebut ditolak oleh Majelis Hakim PN Kabupaten Kediri. Namun demikian, menurutnya, yang perlu digarisbawahi adalah penyidikan yang dilakukan Polres Lumajang apakah sudah sesuai atau belum memasuki materi pokoknya.

"Yang penting itu materi pokoknya, apakah perkara ini bisa memenuhi unsur-unsurnya, misalnya P21 ya," kata Kuasa Hukum PT Amoeba Internasional, M. Solihin., S.H, usai menghadiri Sidang Putusan Kasus Q-Net, di PN Kabupaten Kediri, Rabu (4/12/2019).

Selain itu, pada kesempatan ini, ia juga sekaligus menanggapi,  tentang bukti P1 dan P2, SP3 Mabes Polri dan SP3 Polda Jawa Timur. Apalagi, ungkap Solihin, seharusnya meskipun itu bukti elektronik yakni berupa scan, maka cukup dipertimbangkan.

"Dengan dipertimbangkan itu kebenarannya ada dan bukan kemudian mentang-mentang itu elektronik, seolah itu salah tidak ada faktanya. Ini ada riil dan bukti itu harus dipertimbangkan,  inilah yang bisa menghentikan perkara kita ini, karena itu tidak dipertimbangkan ya blunder kan gitu akhirnya ke mana-mana," katanya.

Solihin menambahkan, lalu terkait dengan benda milik PT AWI dan barang yang disita ini juga terlihat tidak pernah disidik sama sekali oleh Polres Lumajang. Namun barang tersebut hanya dihubungkan dengan kasus Q-Net dan PT Amoeba Internasional.

"Kalau dikait-kaitkan saja barang PT AWI ini, apa bisa penyidikan seperti itu. Tentunya kan harus dibuktikan dulu ya, bener bener ada perbuatan pidana yang dilakukan oleh PT tersangkanya, tapi tidak ada saksinya, dan lalu apa hubungannya dengan perkara ini," katanya.

Di samping itu, Solihin menganggap, hakim terlalu tendensius setelah mempertimbangkannya. Padahal, ada P1 dan P2 yang tampaknya tidak dinilai, sedangkan bukti itu paling penting dalam kasus ini.

"Jika sudah dibandingkan perkaranya sama ini dan telah dihentikan oleh Mabes Polri dan Polda dan itu tidak dibantah pihak termohon Polres Lumajang, maka seharusnya kalau dia dibantah ya dipertimbangkan dong," katanya.

Sementara itu, di lokasi serupa, Penasehat Hukum Polres Lumajang, Abdul Rokhim., S.H., M.Si, mengemukakan, dalam persidangan kasus Q-Net ini,  melalui hakim PN Kabupaten Kediri sudah mempertimbangkan seluruhnya.

"Pertimbangan ini bahwa dalam bekerja Kepolisian Resort Lumajang sudah sesuai dengan prosedur, ada izin penggeledahan, ada persetujuan penyitaan dari Pengadilan," katanya.

Dengan hasil putusan ini, lanjut Abdul Rokhim, bahwa Tim Cobra Polres Lumajang sudah terbukti melakukan pekerjaan mereka sesuai ketentuan hukum.

"Mudah-mudahan dengan ini cukuplah, supaya kinerja kawan-kawan tidak terhambat dengan adanya sidang Praperadilan selanjutnya," katanya.

Sebagai informasi, pada Sidang Gugatan Praperadilan di PN Kabupaten Kediri merupakan Praperadilan kelima yang dihadapi Tim Cobra Polres Lumajang. Sementara, empat persidangan sebelumnya terlaksana di Lumajang, dan dari agenda tersebut, dua sidang di antaranya dimenangkan Polres Lumajang, dan kasus kedua lainnya dicabut. (ac)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00