• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Press Release

Masa Nataru 2019, KAI Daop 7 Madiun Operasikan 8 Perjalanan

19 November
20:00 2019
2 Votes (5)

RRI, Kediri: PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daop) 7 Madiun yang membawahi Stasiun Kediri, siap mengoperasikan 8 perjalanan kereta api pada masa Natal Tahun Baru 2019/2020.

Dalam siaran persnya, Manajer Humas Daop 7 Madiun, Ixfan Hendriwintoko mengatakan, untuk mengantisipasi kenaikan jumlah penumpang, PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun menjalankan 8 perjalanan KA Nataru yang dapat dipesan mulai tanggal 25 November 2019 di seluruh kanal penjualan.

Ixfan menyampaikan, jumlah volume penumpang naik/berangkat dari Daop 7 selama masa Nataru 2018/2019 kemarin, sebanyak 270.794 orang. Sementara, jumlah penumpang turun/datang di Daop 7 sebanyak 267.468 orang. Jika diakumulasi sebanyak 538.262 penumpang yang telah terlayani di Daop 7 Madiun.

"Maka jika ditambahkan 4 persen, jumlah penumpang yang akan dilayani pada angkutan Nataru 2019/2020 menjadi sekitar 559.792 penumpang," kata Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, Ixfan Hendriwintoko, di Kediri, Selasa (19/11/2019).

Sementara, guna mengantisipasi datangnya musim hujan yang bertepatan dengan masa Angkutan Nataru 2019/2020, Daop 7 Madiun menyiapkan 48 petugas penilik jalan (PPJ) ekstra. Lalu, juga menyiagakan 20 penjaga jalan lintas (PJL) ekstra, dan 12 petugas posko daerah rawan ekstra.

"Secara total 80 petugas disiagakan untuk mengamankan perjalanan KA di sepanjang lintas Daop 7 Madiun. Mereka disiapkan untuk memantau apabila terjadi rintang jalan atau peristiwa luar biasa (PLH) yang menghambat perjalanan KA," katanya.

Di sisi lain, tambah Ixfan, untuk memberikan rasa aman bagi pengguna jasa kereta api, KAI menyiapkan 370 personel keamanan yang terdiri dari 104 personel Polsuska, 214 personel security, dan bantuan eksternal dari TNI/Polri sebanyak 52 personel. Personel keamanan tersebut akan melakukan pengamanan di atas KA, stasiun, maupun secara mobile melakukan patroli di jalur KA dan obyek penting lainnya seperti dipo lokomotif dan kereta.

"Guna membantu kelancaran pelayanan penumpang, selama masa Angkutan Nataru 2019/2020, maka cuti tahunan pegawai KAI ditangguhkan," tutur Ixfan.

Selain itu, untuk mendukung serta meningkatkan keselamatan perjalanan KA, Daop 7 Madiun telah menyiapkan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) yang terdiri dari peralatan untuk situasi darurat di sembilan stasiun yaitu Stasiun Jombang, Kertosono, Nganjuk, Caruban, Madiun, Walikukun, Blitar, Tulungagung, dan Kediri.

Bahkan, imbuh Ixfan, para Komisaris, Direksi, Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Kementerian BUMN, dan Kepolisian pun turun langsung melakukan inspeksi ke sejumlah stasiun pada 10 hingga 12 Desember 2019. Inspeksi ini dilakukan dengan Kereta Inspeksi (KAIS) untuk mengecek kesiapan pelayanan hingga lintasan kereta api di jalur utara dan selatan Jawa.

"Khusus di Daop 7 Madiun, nanti untuk KAIS rencananya akan dilakukan tanggal 11 Desember 2019," katanya.

Pada kesempatan ini, pihaknya juga mengingatkan kepada seluruh calon penumpang KA pada masa Nataru 2019/2020 untuk memastikan kembali jadwal perjalanan KA yang akan dipesan. Penyebabnya, per 1 Desember 2019, KAI memberlakukan Grafik Perjalanan KA (Gapeka) 2019. Kebijakan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Menteri Perhubungan nomor KP 1781 Tahun 2019 tentang Penetapan Grafik Perjalanan KA Tahun 2019 PT KAI (Persero).

"Penetapan Gapeka 2019 ini untuk menggantikan Gapeka 2017 yang sebelumnya digunakan oleh KAI," katanya.

Gapeka 2019, lanjutnya, memang dibuat untuk memenuhi aspirasi dan kebutuhan pelanggan akan layanan kereta api yang dapat diandalkan. Keunggulan Gapeka 2019 dibandingkan dengan Gapeka 2017 di Daop 7 Madiun, yakni melayani lebih banyak KA dengan 74 perjalanan KA penumpang dibandingkan Gapeka 2017 yaitu 66 perjalanan KA penumpang. Selain itu, juga penambahan kecepatan prasarana, penambahan kapasitas lintas melalui jalur ganda, dan memfasilitasi hadirnya KA baru salah satunya yang melintas di Daop 7 yaitu KA Anjasmoro relasi Jombang - Pasar Senen pp.

Penggunaan Gapeka 2019 ini juga akan berdampak pada perubahan jadwal keberangkatan dan kedatangan kereta api, perubahan waktu tempuh, perubahan relasi KA, dan perubahan nama stasiun di wilayah Daop 7 Madiun yaitu Stasiun Barat menjadi Stasiun Magetan (MAG) dan Stasiun Paron menjadi Stasiun Ngawi (NGW).

Sebagai informasi, Gapeka adalah pedoman pengaturan pelaksanaan perjalanan kereta api yang digambarkan dalam bentuk garis yang menunjukkan stasiun, waktu, jarak, kecepatan, dan posisi perjalanan kereta api mulai dari berangkat, berhenti, datang, bersilang, dan penyusulan, yang digambarkan secara grafis untuk pengendalian perjalanan kereta api. (ac)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00