• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kriminal

Polres Kediri Berhasil Gagalkan Peredaran 83.000 Pil Double L

15 November
19:39 2019
1 Votes (5)

RRI, Kediri: Jajaran Polres Kediri berhasil menggagalkan peredaran narkoba sebanyak 83.000 butir pil double L. Barang haram itu didapat dari penangkapan pelaku yang bernama Sunaryo (23), warga Desa Blimbing, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri. 

Kasubbag Humas Polres Kediri Iptu Purnomo mengungkapkan, pelaku ditangkap saat melakukan transaksi di daerah Desa Brenggolo, Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri. Tindakan tersebut merupakan tindak lanjut dari informasi yang diterima tim Buser.

"Pelaku diamankan di pinggir jalan raya Desa Brenggolo," kata Kasubbag Humas Polres Kediri, Iptu Purnomo, di Kediri, Jumat (15/11/2019).

Purnomo menjelaskan, diduga malam itu Sunaryo hendak melakukan transaksi dengan calon pembelinya. Oleh karena itu, petugaspun langsung melakukan penangkapan saat mengetahui sasaran berhenti, di persimpangan Desa Brenggolo. 

"Kami mengamankan pelaku dengan barang bukti 1.000 butir pil double L yang dibawanya," katanya.

Kemudian, tambahnya, petugas langsung melakukan pengembangan dan menginterogasi pelaku. Saat berhadapan dengan penyidik, Sunaryo mengaku jika masih menyimpang puluhan ribu butir pil double L, yang disimpan di rumahnya. Dari hasil penggeledahan ini, ditemukan 82.000 butir pil dobel l.

"Total barang bukti 83.000 butir pil double L siap edar, " katanya.

Purnomo melanjutkan, dengan tindakan pelaku dan barang bukti yang ada, kemudian Sunaryo diamankan ke Mapolres Kediri untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Saat ini, petugas masih melakukan interogasi kepada Sunaryo dari mana pihaknya mendapatkan barang bukti tersebut. Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 197 Undang-Undang No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.

"Sekarang ini, anggota Satresnarkoba Polres Kediri masih mengembangkan kasus tersebut. Bahkan, diduga masih ada jaringan lainnya," katanya. (ac)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00