• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pendidikan

Industri Hulu Migas Ternyata juga Butuh Lulusan Ilmu Sosial

15 November
10:42 2019
1 Votes (5)

KBRN, Surabaya : Bisnis ekplorasi dan ekploitasi gas adalah bisnis yang padat modal sebab proses pencarian sumber gas alam tidaklah mudah. 

Manager HR dan General Affairs HCML, Wisnu Prasedyoko, dalam kuliah tamu di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya mengatakan dunia ekploitasi Minyak dan Gas (Migas) tak hanya padat modal karena alat yang dibutuhkan untuk ekploitasi adalah investasi mahal, tetapi juga membutuhkan proses pencarian sumber gas yang panjang dan sarat dengan teknologi tinggi dan geologi mumpuni.

"Tahap awal itu diperlukan uji seismik untuk melihat potensi gas didalam perut bumi yang diprediksi memiliki sumber daya gas alam. Setelah proses uji seismik, baru akan dilakukan ekplorasi untuk melihat lebih riil potensi gas baik di bawah tanah (Onshore) maupun yang ada dibawah permukaan laut lepas (offshore)," ungkapnya dikonformasi, Jum'at (15/11/2019).

"Setelah ekplorasi menghasilkan potensi gas yang ekonomis, maka perusahaan akan mencari pembeli gasnya dulu, sebab gas tak bisa distok dalam sebuah wadah penampung seperti halnya minyak mentah.  Jadi kami harus menemukan pembeli dan jaringan pipanya dulu baru kami bisa melakukan Eksploitasi atau produksi gas alam itu sendiri. Semua proses ini membutuhkan waktu, modal dan skill yang sangat detail," imbuh lulusan IKIP Malang itu dihadapan para mahasiswa Unair.

Lebih lanjut Wisnu menjelaskan, setiap tahun, sektor industri hulu Migas ini membutuhkan sumber daya manusia yang handal. Tak hanya sumber daya dibidang teknik tetapi juga non teknik. Sebab urusan non teknik lainnya seperti humas, administrasi, manajerial pun butuh SDM yang handal. 

Syarat utamanya harus mampu menguasai bahasa Inggris dan memiliki standar yang ditentukan oleh perusahaan.

"Kami menantang kalian, kaum milenials untuk melihat dunia Migas ini sebagai potensi untuk mengembangkan diri. Sebab kalianlah nanti penerus sumber daya Migas di Tanah Air ini," urainya.

Wisnu Prasedyoko berharap dengan banyaknya informasi seputar dunia Migas yang didapatkan oleh mahasiswa akan membuat pemikiran mereka tentang dunia kerja pun semakin luas.

Kegiatan rutin yang sengaja dilakukan oleh HCML di kampus kampus ini memang menyasar mahasiswa. Selain memperkenalkan industri hulu migas, HCML juga ingin menepiskan persepsi bahwa hanya lulusan teknik yang bisa berkarir di industri migas. 

"Bukan hanya orang teknik saja yang dibutuhkan di bidang ini (Industri migas,red) tapi kami juga banyak membutuhkan orang sosial. Seperti dari ilmu telekomunikasi agar apa yang kami punya juga bisa didengar masyarakat lebih mudah," tandas Wisnu.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00