• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kriminal

Polresta Kediri Tangani 15 Kasus Narkoba Selama Oktober 2019

11 November
18:08 2019
1 Votes (5)

RRI, Kediri: Polresta Kediri menggelar hasil ungkap narkotika selama Oktober 2019, dengan menangani 15 kasus. Agenda ini, digelar di ruang Rupatama Mapolresta Kediri, Senin (11/11/2019).

"Dalam rilis tersebut, ada 20 tersangka yang ditangkap karena kepemilikan maupun sebagai pengedar sabu atau pil double L," kata Kapolresta Kediri, AKBP Miko Indrayana, di Kediri, Senin (11/11/2019).

Miko menjelaskan, dari hasil ungkap yang dilakukan Satreskoba, mengamankan barang bukti berupa puluhan paket sabu dan pil double L. Barang bukti puluhan paket sabu dan pil double L, berhasil disita dari 20 tersangka yang keseluruhan ada 15 laporan polisi (LP).

Dari 15 kasus, rincinya, hal ini merupakan bentuk laporan masyarakat kepada personil Polresta Kediri. Setelah mendapat laporan, Satreskoba segera melakukan penyelidikan dan pemeriksaan. Personil melakukan pemeriksaan lalu dari 15 kasus tersebut ada dua kategori, yaitu terkait kasus narkotika sebanyak 8 kasus dan 7 kasus termasuk dalam golongan obat keras. 

Miko mengatakan, ada dua pasal yang disangkakan pada ke-20 tersangka ini, yaitu Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang (UU) RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan Pasal 196 jo Pasal 98 ayat 2 UU Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan sub pasal 3 ayat 1 jo pasal 12 Stbl Nomor 419 tahun 1949 tentang Obat Keras. 

"Yang diamankan terdiri dari pengguna dan pengedar, tentu pasal yang akan diberlakukan pun berbeda. Rata-rata mereka ini adalah swasta, Satreskoba terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui dari mana barang-barang ini diperoleh," katanya. 

Mengenai personil, tambah Miko, pihaknya juga akan memetakan beberapa hal dari hasil pemeriksaan. Bahkan sekaligus melakukan evaluasi terkait ungkap kasus tersebut.

"Apakah para pengguna ini terpaksa menggunakan barang haram tersebut untuk menunjang pekerjaan mereka atau ada kebiasaan dan tren baru di wilayah hukum Polresta Kediri," katanya.

Secara umum, untuk tren narkoba di wilayah hukum Polresta Kediri, berdasarkan hasil ungkap ada peningkatan dari bulan sebelumnya.

"Tapi sebenarnya ini adalah atensi dari Kapolri untuk memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba di masyarakat," katanya.

Sementara ini, lanjut dia, Kediri menjadi tempat transit peredarannya narkoba serta obat keras. Dengan demikian, kondisi ini menjadi atensi petugas kepolisian. (ac)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00