• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Serba-Serbi

PKL Naik Kelas Tak Lagi Jualan dijalan Tapi di Mall

10 November
17:25 2019
1 Votes (5)

KBRN, Surabaya : Pedagang Kaki Lima (PKL) di Surabaya naik kelas. Jika sebelum nya mereka berjualan dijalanan kini mereka tampil beda dengan berjualan di pusat perbelanjaan atau mall.

Dengan adanya penataan PKL maka para pedagang tidak lagi diributkan dengan penertiban.

Total terdapat 26 stand yang diperuntukkan bagi PKL. Mereka menempati stand secara berkelompok dengan aneka macam makanan dan minuman.

"Kalau PKL nya terdapat sekitar 69, mereka menempati 26 stand di kampung Kuliner Mall ITC, Surabaya, lantai 3," ungkap Lutfia Ardiana Ketua Paguyuban Action Culinery, Minggu (10/11/2019).

Lutfia menyebut pemberdayaan sektor UMKM atau PKL dinilai penting. Sebab hingga saat ini keberadaan mereka sering dianggap sebelah mata. Padahal dengan pemerdayaan apa yang mereka jual dapat berdaya saing.

"Semestinya UKM diberi kesempatan, harapan kami Dinas terkait atau pemerintah bisa melihat ini di era perdagangan, bisa menampung mereka, menaikkan kualitas produknya, kemampuannya sehingga bisa bersaing, berdagang menjadi menarik," urainya.

Perempuan yang juga Founder Action Culinary ini menjelaskan selama ada peluangan, kemauan dan kesiapan sektor UKM bisa maju. Dipilihnya launching PKL masuk mall di hari Pahlawan juga bukan tanpa alasan.

"Ya sengaja kita selenggarakan di hari ini, karena semangat hari pahlwan, inj bisa menginspirasi, ayo jadi pejuang tangguh dengan segala persaingan, UKM harus tanggu. Mereka adalah pahlawan ekonomi juga pahlawan kerakyatan," paparnya.

Sementara Saiful Soemarsono founder action university menambahkan, bukan hal mudah mengajak para PKL untuk naik kelas.

Berbagai kekhawatiran dijelaskannya menghantui para PKL. Dengan bimbingan intens yang dibagi beberapa kelas akhirnya mereka bisa menempati mall seperti sekarang ini.

"Kendala pasti, ketika diberi edukasi tidak langsung diterima, karena pemikiran mereka takut tidak laku, jua di mall tidak bisa berkembang, kita tetap beri pemahaman jangan pola pikir sebagai pedagang tapi harus jadi pebisnis," tambahnya.

Ia berharap, selain ITC, mal-mal lain di Surabaya juga memulai langkah serupa. Dukungan  sangat dibutuhkan UKM agar bisa bersaing dengan bisnis kuliner raksasa.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00