• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kriminal

Satnarkoba Polres Kediri Tangkap Tersangka Kasus Narkoba Jaringan Lapas

6 November
18:25 2019
0 Votes (0)

KBRN, Kediri: Satnarkoba Polres Kediri dan jajaran polsek setempat berhasil mengungkap 20 kasus narkoba, dengan jumlah 23 tersangka. Pengungkapan ini dilakukan selama bulan Oktober 2019, dan ditengarai ada kaitannya dengan peredaran narkoba dari jaringan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

"Kuat dugaan, sumber barang haram narkoba yang dimiliki puluhan tersangka baik berupa pil LL (double L, red) dan sabu-sabu ini, berasal dari jaringan Lapas. Kini kasus ini sedang kami tindak lanjuti, karena pelaku yang kami tangkap ada yang bertindak sebagai pengguna dan pengedar," kata Kapolres Kediri, AKBP Roni Faisal, S.I.K, saat menggelar jumpa pers, di Mako Polres Kediri, Rabu (6/11/2019).

Menurut Roni, selama pengungkapan sebulan ini, petugas kepolisian setempat telah menemukan 50 gram sabu dan 1.200 butir pil LL. Kemudian ada pula 190 butir pil Atarax dan barang bukti lain berupa ponsel.

"Sebenarnya untuk pil Atarax adalah obat yang dilarang beredar. Tapi boleh dikonsumsi, jika ada resep dokter," tegasnya.

Untuk kasus anak, tambah dia, pihaknya mencatat ada satu kasus pil LL. Akan tetapi, si pelaku ini tidak ditahan dan petugas tetap menindaklanjuti temuan ini guna mengungkap jaringan narkoba terkait.

"Pada kasus tersangka yang memiliki sabu-sabu, mereka dikenakan pasal 112 dan 114 dengan ancaman hukuman pidana penjara minimal 4 tahun," katanya.

Sementara, terang dia, dari sejumlah tersangka narkoba yang ditangkap, petugas berwajib juga mendapati ada pelaku yabg berpredikat Residivis dan ada pengulangan tindak pidana. Nantinya, untuk Residivis tersebut maka akan  ditambah masa hukumannya.

"Lalu, untuk tersangka kasus pil LL dikenakan ancaman pasal 197 Sub 196 jo pasal 98 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan hukuman maksimal pidana penjara 15 tahun," katanya.

Dari keterangan tersangka, lanjut dia, sasaran edar narkoba itu membidik wilayah Kediri, sedangkan barang haram itu masuk dari beberapa daerah. Pada kasus pil LL, sasaran pasar mereka antara lain pekerja yang butuh dopping dan kalangan pelajar.

Sebagai informasi, barang bukti lain yang turut diamankan di antaranya puluhan ponsel berbagai merek, 1 timbangan digital, dan uang senilai Rp 116.000, serta barang bukti lainnya. (ac)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00