• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Olahraga

Persaingan Ketat, Liliyana Natsir Semangati Peserta Audisi Beasiswa Bulutangkis 2019

21 October
19:49 2019
0 Votes (0)

KBRN, Surabaya : Masih basah di ingatan publik Tanah Air, khususnya bagi para pecinta olahraga bulutangkis, ketika pada 27 Januari 2019 tagar #ThankYouButet menjadi trending topic di lini masa media sosial. "Kekalahan itu tidak memalukan. Yang memalukan itu adalah menyerah," Liliyana Natsir berpesan kepada para penerusnya, di hari menyatakan resmi pensiun sebagai atlet. Mengenakan jaket merah yang dipadukan celana hitam, peraih medali emas pada Olimpiade Rio de Janeiro 2016 ini pun menyampaikan salam perpisahannya.
Usai gantung raket, Butet sapaan akrabnya, sehari-hari sejatinya yang dijalaniny tak jauh-jauh dari urusan olahraga tepok bulu. Perempuan kelahiran Manado yang menghabiskan 24 tahun berkarier sebagai atlet bulutangkis itu, kini berada di jajaran Tim Pencari Bakat. Ratusan anak diamatinya, mencari bibit-bibit pebulutangkis calon juara dunia di sejumlah kota di Tanah Air.
"Audisi berjalan baik dan saya lihat antusiasnya luar biasa! Bakat anak-anak ini bagus-bagus banget jadi mudah-mudahan di antara mereka ada yang menjadi penerus membanggakan nama bangsa,"tukas Butet, Senin (21/10/2019).
"Banyak hal baru yang saya temukan dari balik meja Tim Pencari Bakat dalam memantau setiap anak yang bertanding di lapangan," lanjut Butet, yang mengakhiri kariernya dengan sederet gelar juara bergengsi.
Mantan tandem Tontowi Ahmad ini hadir di semua kota gelaran Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis 2019. Butet, yang kini juga bertugas sebagai Technical Adviser PB Djarum, memikul tanggung jawab baru dalam pencarian bakat bulutangkis dari setiap atlet muda di Indonesia melalui Audisi Umum.
Sektor putri, menjadi sorotan utamanya di lima kota Audisi Umum.
“Saya suka menyemangati atlet-atlet putri di kota-kota Audisi Umum agar mereka jangan cepat down. Perempuan memang jiwanya lebih mellow, lebih perasa, dan lebih soft. Tapi adik-adik harus bisa cepat menghilangkan itu untuk berjuang masuk ke klub, jauh dari orangtua, dan berjuang sendiri, seperti yang saya rasakan dulu,” kenang Butet.
Mengingat masa lalunya, nekat meninggalkan kampung halaman pada usia relatif masih belia, Butet lantas menyelipkan pesan bagi para pebulutangkis yang tengah berjuang melalui Audisi Umum yang digelar di kota pahlawan ini.
"Dalam olahraga itu ada menang dan belum berhasil. Pada saat belum diterima, bukan berarti gagal total. Tetaplah semangat untuk terus berlatih, karena kalian masih punya kesempatan untuk mencoba lagi. Jangan cepat kecewa," pesan pebulutangkis yang sudah akrab dengan bulutangkis saat usianya baru menginjak sembilan tahun.
"Bagi kalian yang sudah terpilih, perjalanan kalian masih panjang. Masih ada berbagai tahap yang harus dilewati. Terus pacu diri kalian agar bisa lebih baik lagi," pungkasnya. (OA)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00