• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Gandeng Mitra Kerja, BI Jatim Gelar FGD

15 October
13:29 2019
1 Votes (5)

KBRN, Surabaya: Krisis global telah memberikan pelajaran penting bahwa Bank SentraI tidak dapat hanya fokus pada upaya untuk menjaga stabilitas harga, namun juga upaya untuk menjaga stabilitas sistem keuangan melalui integrasi kebijakan makroekonomi, makroprudensial dan mikroprudensial. 

Untuk itu. dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi global terkini yang bersumber dari meningkatnya tensi perang dagang dan risiko geopolitik yang menekan kondisi ekonomi global serta berdampak pada meningkatnya ketidakpastian global volatilitas aliran modal dan nilai tukar, sejak tahun 2010, Bank Indonesia menerapkan paradigma baru bauran kebijakan (policy mix). 

Amanlison Sembiring, Deputi BI KPw Jatim menjelaskan, peran bauran kebijakan menjadi semakin kritikal mempertimbangkan keterkaitan yang semakin kuat antara stabilitas moneter, stabilitas sistem keuangan dan sistem pembayaran, termasuk koordinasi dengan otoritas Iainnya. 

"Untuk itu, bauran kebijakan Bank Indonesia ditempuh melalui integrasi 3 (tiga) kebijakan utama Bank Indonesia yaitu kebijakan moneter, kebijakan makroprudensial dan kebijakan sistem pembayaran, termasuk pengelolaan uang Rupiah, didukung oleh kebijakan pendalaman pasar keuangan dan pengembangan ekonomi & keuangan syariah. Hal ini sebagai upaya dalam mencapai tujuan Bank Indonesia secara efektif dan efisien."ungkapnya saat Focus Group Discussion Evaluasi Komunikasi BI, Selasa, (16/10/2019).

Sementara sinergi antara bauran kebijakan Bank Sentral, kebijakan flskal dan reformasi struktural penting dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang tinggi, berkelanjutan dan inklusif. 

Untuk mengembangkan dan sekaligus memperkuat program komunikasi berbagai kebijakan yang telah dirumuskan, Bank Indonesia secara kontinu melakukan evaluasi terhadap aktivitas komunikasi yang telah dilakukan kepada para stakeholdemya. 

"Dengan semakin pesatnya perkembangnya media komunikasi, tantangan yang dihadapi oleh Bank Indonesia tidak saja pada aspek pemilihan media dalam mengkomunikasi berbagai kebijakan tersebut agar tetap efektif dan eflsien sampai pada stakeholder, namun konten kebijakan yang disampaikan dapat sampai pada stakeholder yang tepat, akurat, serta mudah diakses melalui berbagai bentuk materi yang komunikatif sesuai dengan kebutuhan stakeholdernya yang beragam baik dari sisi Iatar belakang maupun profesinya."lanjutnya.

Focus Group Discussion yang dilaksanakan ini, merupakan salah satu bentuk evaluasi komunikasi yang dilakukan oleh Bank Indonesia untuk mendapatkan masukan yang kosntruktif dari para stakeholder yang rutin dan intensif menggunakan berbagai bauran kebijakan yang dirumuskan oleh Bank Indonesia sesuai tugas dan fungsinya dalam Menjaga Stabilitas Nilai Rupiah serta berupaya menjadi bank sentral yang berkontribusi secara nyata terhadap perekonomian Indonesia dan terbaik di antara negara emerging markets.

FGD diikuti mitra kerja BI Jatim antara lain Bank Jatim, Bank Artha Graha, BNI, PT. Teluk Lamong, Garuda Indonesia, KADIN Institute Jatim, dan sejumlah media massa di Surabaya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00